Bengkulu, eWarta.co -- Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu menyatakan kesiapannya untuk tetap memberikan layanan kesehatan optimal bagi masyarakat.
Manajemen memastikan bahwa layanan kegawatdaruratan dan rawat inap tidak akan terganggu meski memasuki masa cuti bersama.
Direktur Utama RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cherylviera, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang melalui rapat koordinasi internal.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien serta memastikan sistem rujukan tetap berjalan lancar selama periode libur nasional yang ditetapkan mulai tanggal 18 hingga 24 Maret 2026.
Selama masa libur tersebut, Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap menjadi garda terdepan dengan operasional penuh selama 24 jam. Pasien dengan kondisi darurat maupun kasus medis mendesak lainnya akan langsung ditangani oleh tim medis yang bertugas sesuai jadwal piket.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Layanan IGD kami tetap buka seperti biasa, 24 jam. Jadi, jika ada kondisi darurat, silakan langsung datang dan akan kami layani dengan standar prosedur hari normal,” ujar dr. Lista dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Selain itu, layanan rawat inap juga dipastikan berjalan normal. RSHD telah mengatur jadwal piket yang ketat bagi dokter spesialis, dokter umum, perawat, hingga tenaga penunjang medis lainnya.
Hal ini bertujuan agar pasien yang sedang dalam masa perawatan tetap mendapatkan pengawasan medis yang intensif tanpa terkendala hari libur.
Berbeda dengan layanan darurat, operasional poliklinik rawat jalan akan mengikuti jadwal libur nasional dan cuti bersama. Layanan reguler ini akan ditutup sementara selama periode 18-24 Maret dan dijadwalkan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.
Meski demikian, manajemen RSHD memberikan kompensasi khusus bagi pasien penderita penyakit kronis yang jadwal kontrolnya jatuh pada masa libur atau membutuhkan pengambilan obat rutin.
“Untuk pasien penyakit kronis yang harus mengonsumsi obat secara kontinu, kami tetap memfasilitasi kebutuhan mereka melalui pintu IGD. Ini adalah solusi agar pengobatan pasien tidak terputus selama poliklinik tutup,” tambah dr. Lista.
Sebagai penutup, dr. Lista menyampaikan bahwa seluruh unit kerja mulai dari instalasi farmasi, laboratorium, hingga ambulans sudah melaporkan kesiapan operasionalnya. RSHD berkomitmen untuk tetap responsif, cepat, dan tepat dalam memberikan pelayanan meskipun di tengah suasana perayaan Lebaran.
“Harapan kami, masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang. Kami pastikan tim medis siap siaga memberikan yang terbaik bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan kesehatan,” pungkasnya.









