Rindu Hati, Destinasi Wisata Alam Asri di Kaki Bukit Barisan

Create: Fri, 14/11/2025 - 15:55
Author: Ahmad


Bengkulu Tengah, eWarta.co -- Di balik megahnya bentang Pegunungan Bukit Barisan, terdapat sebuah desa yang perlahan mencuri perhatian para pecinta wisata alam: Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Dulu dikenal sebagai kawasan pertanian yang sunyi, desa ini kini berkembang sebagai destinasi wisata unggulan dengan pesona alam yang masih sangat terjaga.

Rindu Hati menawarkan suasana pedesaan yang tenang dan bebas dari kebisingan kota. Hamparan sawah hijau, udara sejuk pegunungan, serta sungai berair jernih menjadi suguhan utama bagi wisatawan. Keindahannya yang belum banyak tersentuh modernisasi membuat desa ini dijuluki sebagai “permata tersembunyi” di Provinsi Bengkulu.

Keaslian lanskap Rindu Hati dipadukan dengan pengalaman wisata berbasis kearifan lokal. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat merasakan kehidupan masyarakat desa secara langsung. Momen seperti musim durian, masa tanam padi, hingga panen raya menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan pengalaman edukatif dan rekreatif.

“Senang melihat Rindu Hati mulai dikenal. Dusun kami kan paling pojok, jadi sekarang orang luar bisa tahu keindahannya,” tutur Vera, warga setempat.

Salah satu daya tarik utama Rindu Hati adalah Batu Kapal, sebuah formasi batu alam besar yang menyerupai haluan kapal. Tempat ini menjadi spot foto favorit para pengunjung karena keunikannya yang alami. Selain itu, aliran sungai jernih yang diapit bebatuan besar menyuguhkan suasana yang cocok untuk bersantai, berendam, atau sekadar menikmati ketenangan alam.

Menurut Mas Alimah, warga desa, keindahan Rindu Hati justru terletak pada kesederhanaannya.
“Di sini bukan wisata buatan. Orang datang untuk mencari ketenangan, untuk merasakan alam yang benar-benar asli,” ujarnya.

Pengembangan wisata Rindu Hati tidak lepas dari peran aktif masyarakat desa. Semangat menjaga alam tetap lestari menjadi salah satu fondasi utama.

“Rindu Hati bukan cuma tempat wisata, tapi bagian dari kehidupan kami. Kelestariannya harus dijaga bersama,” kata Wanni Kumala Sari, warga yang aktif mendukung promosi wisata dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan wisata di Rindu Hati semakin beragam. Banyak wisatawan memilih berkemah di area glamping, mengikuti aktivitas harian warga, hingga menikmati malam dengan api unggun. Interaksi hangat dengan penduduk lokal sering kali menjadi pengalaman paling berkesan bagi pengunjung.

Pemerintah desa dan warga juga terus melakukan upaya pengembangan, seperti memperbaiki akses jalan, menata titik-titik wisata, serta menyiapkan fasilitas ramah lingkungan. Promosi melalui media sosial kini digencarkan untuk memperluas jangkauan wisatawan, khususnya dari luar Bengkulu.

Dengan kekayaan alam yang indah, budaya lokal yang kuat, serta keramahan warga, Rindu Hati semakin mantap menegaskan diri sebagai destinasi wisata alam yang layak dikunjungi. Di desa ini, wisatawan tidak hanya menemukan tempat berlibur, tetapi juga ruang untuk menikmati harmoni antara alam dan kehidupan masyarakatnya.