Reses Dewan Sudisman, Warga Keluhkan Bau Limbah Parah Hotel Mercure

Create: Mon, 08/12/2025 - 21:07
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Hanura, Sudisman, S. Sos menggelar kegiatan reses masa sidang ke-3 tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban, pada hari Senin (8/12/2025).

Foto: ewarta.co

​Dalam sesi diskusi yang intens bersama warga, beberapa keluhan utama disampaikan, mencakup masalah infrastruktur seperti kurangnya lampu penerangan jalan umum (PJU), perbaikan drainase, dan banyaknya jalan gang perkotaan yang berlubang. Namun, keluhan yang paling disoroti dan menimbulkan keresahan adalah masalah bau limbah perhotelan yang sangat mengganggu.

​Salah satu keluhan mendesak disampaikan oleh Iyan Banteng, warga Padang Jati. Ia secara spesifik menyoroti dan mempertanyakan masalah pengolahan limbah dari Hotel Mercure yang menimbulkan bau busuk ekstrem, terutama saat malam hari, sangat mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitaran hotel tersebut.

​“Saya meminta, agar ini segera dicarikan solusi. Kami warga sangat tidak nyaman dengan bau limbah, kami menghirup bau busuk setiap hari,” tegas Iyan Banteng di hadapan anggota dewan.

​Menanggapi keluhan serius mengenai pencemaran bau limbah ini, Anggota DPRD Kota Bengkulu, Sudisman, menyatakan komitmennya untuk segera mengambil tindakan. Ia berjanji dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk mengecek langsung sistem pengolahan limbah di Hotel Mercure.

​“Semua aspirasi tentu akan ditampung dan akan dilanjutkan ke pembahasan di DPRD dan diteruskan pemda kota Bengkulu, Baik itu lampu jalan, perbaikan jalan berlubang hingga ke pengolahan limbah yang dikeluhkan warga Padang Jati, terutama warga yang tinggal di seputaran Hotel Mercure, dan akan melakukan sidak,” jelas Sudisman.

​Di sisi lain, perwakilan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Marti Diana, juga menanggapi keluhan ini. Pihaknya menyatakan akan turut melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan apakah bau limbah tersebut disebabkan oleh saluran pembuangan/drainase yang mampet atau kendala teknis lainnya. (**)