BENGKULU, ewarta.co - Proses seleksi seniman yang tergabung dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah dinilai tak transparan, Dewan Kesenian Kota Bengkulu datangi Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Senin (15/07).
Dewan Kesenian Kota Bengkulu menduga proses seleksi yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan didasari kedekatan tanpa adanya keterbukaan kepada seniman lain, tak terkecuali pihaknya.
Meluruskan hal tersebut, kemudian Puluhan seniman mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu.
"Kami menganggap sistem rekrutmen yang ada di Dinas pendidikan terkhusus Kebudayaan tidak ada keterbukaan kepada seniman, dan kami menduga ada indikasi bahwa ada orang dekat dia yang di terima. Untuk kami mendatangi dan menanyakan langsung ke Dinas Dikbud Kota Bengkulu," kata Sandi Apriando.
Menanggapi dugaan tersebut, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Martina Nengsih membantah dugaan adanya proses yang tidak transparan dan didasari kedekatan.
Martina menyampaikan bahwa proses tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Bahkan pihaknya melakukan seleksi dengan sistem online.
"Kita punya lembaga yang namanya perwakilan dari para seniman yakni Dewan Kesenian. Kalaupun kami berbicara dengan pengurus inti Dewan kesenian, kami rasa tidak menyalahi sebab perwakilan dari mereka, kami sudah maksimal dan dari awal tim perumus sudah bekerja sesuai dengan Juknis yang tersedia," ucap Martina.
Martina menambahkan, dari 56 nama yang sudah mendaftar, hanya 21 orang yang diakomodir untuk dijadikan seniman mengajar di 12 Sekolah Dasar (SD) dan 9 mengajar di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Kota Bengkulu.
"Dalam GSMS ini nanti ada beberapa materi diajarkan kesekolah, yakni seni Rupa, Sastra, Teater, Tari, Musik. Jadi tidak semua harus tari dan musik. Mereka semua sudah terwakili tidak semua bisa terakomodir disini," tambahnya. (FT)









