Bengkulu,ewarta.co – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Syarwan mengatakan realisasi penyaluran bantuan prakerja di wilayah ini mencapai Rp174,23 miliar hingga akhir semester ini.
Dari jumlah tersebut, kata dia, penerimanya mencapai 49.079 orang se-Provinsi Bengkulu.
"Pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran dengan total penyaluran mencapai Rp 174,23 miliar, di mana jumlah tertinggi penyaluran di Kota Bengkulu Rp 40 miliar. Dengan jumlah 11.536 penerima,” kata Syarwan, Jumat (23/7/21).
Jumlah tersebut tersebar di Kota Bengkulu sebanyak 11.536 penerima dengan realisasi mencapai Rp 40,95 miliar, Rejang Lebong 7.007 penerima Rp 24,87 miliar, Bengkulu Utara 6.444 Penerima Rp 22,88 miliar, Kepahiang 4.681 penerima Rp 16,62 miliar, dan Seluma 4.004 penerima Rp 14,21 miliar.
Kemudian Kabupaten Bengkulu Selatan 3.979 penerima Rp 14,13 miliar, Kaur 3.792 penerima Rp 13,46 miliar, Bengkulu Tengah 3.011 penerima Rp 10,69 miliar, Lebong 2.404 penerima Rp 8,53 miliar, dan Mukomuko 1.588 penerima Rp 5,64 miliar.
Adapun anggaran keseluruhan mencapai Rp 3.550.000 per orang, di mana diklarifikasikan untuk biaya pelatihan Rp 1 juta, kemudian Rp 2,4 juta insentif pasca pelatihan yang diberikan Rp 600 ribu per bulan.
Juga ada Rp 150 ribu pasca survei evaluasi. Syarwan mengatakan Program Kartu Prakerja yang diberikan pemerintah sampai saat ini masih banyak peminat. Hal ini dilihat dari rasio nasional penerima yang mencapai 2.774.400.
Meski begitu, jumlah penyaluran tahun ini justru mengalami penurunan dari tahun lalu yang mencapai 74.010 orang penerima, lantaran program prakerja sendiri tengah disesuaikan pelaksanaannya.
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu sendiri hingga saat ini masih membuka posko pelayanan informasi menyusul dibukanya gelombang 17 dan 18 Program Kartu Prakerja. (Bisri)









