JEMBER, eWarta.co – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi bergelar doktor dengan predikat cumlaude. Sejak dinyatakan dinyatakan lulus, Bupati Jember, termuda ini resmi menyandang 3 gelar akademik disematkan pada namanya yakni Dr. Muhammad Fawait, SE, M.Sc.
Ia dinyatakan lulus Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Airlangga UNAIR, Jumat (12 Juni 2026), sekaligus tercatat sebagai doktor ke-515 lulusan prodi tersebut.
Sidang yang diuji sejumlah Guru Besar UNAIR serta mantan Gubernur Jatim Soekarwo itu mengangkat disertasi “Analisis Peran Belanja Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Jatim”. Inti kajiannya: belanja pemerintah harus efektif, produktif, dan berpihak langsung ke rakyat.
Gus Fawait menegaskan bantuan pemerintah jangan berhenti di aspek kemanusiaan. Harus dorong produktivitas agar penerima bantuan bisa naik kelas ekonomi.
“Bantuan tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga harus mendorong produktivitas masyarakat. Usia produktif jangan hanya diarahkan pada pekerjaan kasar, tetapi juga pekerjaan yang memiliki nilai tambah dan penghasilan yang lebih baik," ujarnya dalam sidang.
Ia mencontohkan dana hibah dan bansos perlu diintegrasikan dengan pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar. Sektor Pekerja Migran Indonesia PMI disebut punya potensi besar jika dibekali pelatihan tepat agar pendapatan warga meningkat.
Gus Fawait juga soroti pentingnya sinergi pusat-provinsi-kabupaten. Program kehutanan sosial disebut instrumen jitu tekan kemiskinan jika dijalankan bersama.
“Program dari pusat seperti kehutanan sosial harus bisa diselesaikan bersama oleh gubernur dan pemerintah kabupaten. Potensinya sangat besar untuk mengurangi kemiskinan,” katanya.
Menurutnya, jika satu keluarga dapat akses kelola 2 hektare lahan hutan sosial secara tepat, program itu bisa jadi senjata efektif tuntas kemiskinan.
Namun semua itu kembali ke keberpihakan anggaran. Politisi Gerindra ini menekankan "political will" dan ketepatan budgeting jadi penentu.
“Tinggal bagaimana sikap dan political will dalam budgeting agar seluruh program tersebut tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Lewat disertasinya, Gus Fawait menyorot kualitas belanja pemerintah tak diukur dari besar kecil anggaran. Tolok ukurnya: seberapa mampu ciptakan lapangan kerja, naikkan produktivitas, dan turunkan kemiskinan berkelanjutan di Jatim.
"Saya sebagai bagian dari pemerintah provinsi Jawa kami berterima kasih kepada Gubernur Pakde Karwo dan Gubernur Khofifah, kami juga tegak lurus kepada program pemerintah pusat," pungkasnya.
Capaian cumlaude ini menambah amunisi akademik Gus Fawait memimpin Jember. Harapannya, hasil riset langsung jadi rujukan kebijakan fiskal daerah agar APBD benar-benar berdampak ke kesejahteraan warga.
Penulis Hafit
Foto; Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, M.Sc lulus S3 Ilmu Ekonomi UNAIR nilai cumlaude.









