BENGKULU, ewarta.co - Akses jalan sepanjang tujuh kilo meter, yang menghubungkan Desa Padang Baru dengan ibukota Kecamatan Kota Padang sudah puluhan tahun rusak dan belum diperbaiki.
“Kondisinya hancur, bergelombang dan jika musim hujan digenangi air. Jalan tersebut dibangun pada 1992,” kata Kades Padang Baru, Kec. Kota Padang, Abdi Rusman.
Pada ruas jalan tersebut, terdapat juga kerusakan Jembatan Air Semi, dimana kondisi lantainya sudah bolong dan secara swadaya ditutupi masyarakat dengan papan.
Kerusakan jalan dan jembatan berdampak pada aktivitas warga, seperti mobilitas pengangkutan hasil perkebunan kopi dan karet, layanan kesehatan serta pendidikan.
“Warga Desa Padang Baru lebih sering menggunakan jalur Desa Durian Remuk Kec. Muara Beliti, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumsel. Selain jalanya sudah dihotmix, jaraknya juga hanya 5 KM,” tambah Abdi.
Setiap periode selalu mengusulkan perbaikan, baik melalui proposal langsung, forum Musrenbang atau pada reses anggota dewan.
Tetapi hingga sekarang belum ada rencana Pemkab. Rejang Lebong untuk memperbaikinya.
Kabid. Bina Marga, Dinas PU Kab. Rejang Lebong, Akhyar, sudah mengetahui keadaan jalan tersebut dan Pemkab. Rejang Lebong akan terus memperhatikan kondisi jalan.
Tahun 2019 telah dianggarkan Rp4 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan di 15 kecamatan. Seperti perbaikan rutin, tebas bayang, tambal sulam dan normalisasi siring, karena seringkali pada musik hujan air meluber ke jalan.
Mengacu pada data, kondisi jalan milik Pemkab. Rejang Lebong dengan keadaan baik sepanjang 348.111 KM, keadaan sedang sepanjang 41.649 KM, rusak ringan sepanjang 54.573 KM dan rusak berat sepanjang 214.034 KM.
“Perbaikan jalan dan jembatan akan dilakukan bertahap, dengan menggunakan skala prioritas karena terbatasnya anggaran,” tutup Akhyar. (DD)









