PT Faminglevto Bakti Abadi Tak Lengkapi Dokumen Teknis

Create: Mon, 07/02/2022 - 13:59
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- PT Faminglevto Bakti Abadi (FBA) yang akan segera menambang di Desa Pasar Seluma belum melengkapi dokumen-dokumen teknis untuk melakukan penambangan pasir besi. 

Rapat koordinasi (Rakor) yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Seluma pagi bersama tim pengkaji dari Jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu menemukan fakta-fakta baru terkait tambang ini. 

Kepala Bagian Inspektorat Migas SDM Provinsi Bengkulu Didi Susanto menjelaskan bahwa, pihak PT Faminglevto Bakti Abadi belum memenuhi kewajiban sebagai PT sebelum melakukan menambang di lokasi yang telah ditentukan. 

"Dalam waktu dekat apabila mereka ingin menambang, ya harus melaksanakan kewajiban dulu seperti harus ada kepala teknis lapangan atau penanggung jawab lapangan, mereka juga harus menyampaikan rencana anggaran biaya (RAB) untuk reklamasi, rencana anggaran kegiatan pertambangan sampai saat ini belum disampaikan kepada kita maupun inspektur tambang di Bengkulu," jelas Didi seusai Rakor di ruang rapat Bupati Seluma pada Senin (07/02/2022). 

Ia menambahkan, selain belum menyusun dokumen teknis berupa rencana anggaran, PT Faminglevto Bakti Abadi belum menentukan titik koordinat daerah mana yang akan mereka pilih untuk melakukan penambangan pasir besi ini. 

"Koordinat dalam menambang juga belum jelas, apa didarat atau di laut mereka ini akan menambang," sambungnya. 

Selain itu, anggota Tim Pengkaji Provinsi Bengkulu Oslita dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil perwakilan dari PT Faminglevto Bakti Abadi untuk dimintai keterangan terkait hasil-hasil temuan tadi. 

"Dalam waktu dekat kita dari tim pengkaji akan memanggilnya pihak PT Faminglevto Bakti Abadi untuk meminta klarifikasi beberapa hal hasil temuan tadi, baru kita bisa ambil kesimpulan tindakan apa yang tepat untuk mengatasi polemik ini," tambah Oslita yang juga selaku Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu. 

Sementara itu, tim pengkaji sudah melakukan survey dilokasi tambang, serta telah melakukan kajian dampak-dampak apa saja yang akan ditimbulkan oleh penambangan pasir besi tersebut. 

"Tim sudah kita turun ke lapangan, hasil kajian dan temuan nanti kita akan pelajari dulu," tutup Oslita. (Nandar)