BENGKULU, eWARTA.co - Walikota dan wakil walikota Bengkulu menargetkan untuk 1 kelurahan 1 rumah tahfidz. Dimana TPQ Rumah Akhlak, belakang pondok kota Bengkulu adalah salah satu percontohan program tersebut.
Leni Hairani selaku Lurah Belakang Pondok kota Bengkulu sekaligus pembina rumah akhlak mengatakan bahwa, belakang pondok adalah kelurahan yang berada di tengah pasar.
Karena posisi mereka dipasar, pihaknya ingin mereka mempunyai perilaku serta akhlak yang bagus. Maka dari itu dirinya mendidik bagaimana caranya agar mereka mempunyai akhlak yang baik.
"Ada 105 anak yang terdiri dari 4 kelas yakni pelangi (anak-anak), bulan, matahari dan bintang. Kelas bintang ini adalah kelas istimewa karena mereka adalah anak tahfidz", Ujar Leni Hairani, jumat (28/1/2022).
Ini bukan merupakan yayasan, namun dikelola sendiri. Dimana mereka bersekolah dengan gratis, dengan tenaga pengajar yang semuanya memakai hati serta motifnya adalah bermain sambil belajar.
Sementara itu untuk sistem belajarnya, mereka belajar setiap hari senin - jumat. Setelah mereka pulang sekolah mereka belajar mengaji, solat ashar bersama dan quis.
Dimana untuk hari senin di minggu pertama dan kedua mereka khusus belajar bahasa arab. Untuk minggu ketiga dan keempat itu khusus belajar bahasa Inggris.
"Insyaallah ini berlanjut dan ada peningkatan, yang jelas saya merasa tersuport dan terima kasih kepada tim PBK, wali dan wawali kota Bengkulu atas suport kegiatan ini", jelasnya. (Septi)









