BENGKULU,eWARTA.co -- Langkanya stok gas 3 kilogram (Kg) di Kota Bengkulu beberapa pekan terakhir membuat kegaduhan di tengah masyarakat.
Beberapa pihak mengklaim hal itu disebabkan adanya program pembagian gas 3 kg gratis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.
Menindaklanjuti kegaduhan itu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan pun langsung menelpon Manajemen PT Pertamina (Persero) Regional V Lampung-Bengkulu. Dalam perbincangan tersebut, Walikota Helmi langsung menanyakan kuota gas melon yang disalurkan perusahaan plat merah tersebut dalam sebulan.
Dari informasi yang diterima saat sidak beberapa waktu yang lalu, kuota yang disalurkan oleh Pertamina dalam sebulan itu ada 300 ribu tabung. Sedangkan pada tanggal 6 Desember 2021, Pemkot hanya mengambil 31 ribu tabung.
"Dari stok tersedia, kita kurangi 31 ribu tabung, artinya stok tabung gas di Kota Bengkulu masih ada 269 ribu dalam bulan ini," kata Helmi, Kamis (9/12/21).
Hal inilah yang kemudian diisukan menjadi penyebab langka dan mahalnya harga gas. Bahkan di beberapa kelurahan, harganya melampaui harga eceran tertinggi yakni Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.
“Sekarang di pangkalan-pangkalan itu bahasanya gara-gara walikota borong gas, gas tidak ada lagi,” kata Helmi.
Karena itu, Walikota meminta agar PT Pertamina melakukan pengecekan langsung ke pangkalan-pangkalan.
“Saya minta dari Pertamina kalau ada pangkalan yang nakal, yang menjual gas melon sampai Rp45 ribu tersebut harus ditindak,” tegas Helmi.
Sebab, aksi pangkalan nakal tersebut membuat gaduh dan merugikan masyarakat miskin.
“Niat kita membagikan gas melon gratis kan bantu orang miskin. Jangan sampai ini dimanfaatkan orang mampu yang suka nimbun-nimbun itu,” kata Helmi.
Hal tersebut pun tanggapi Sales Branch Manager Rayon V Lampung Bengkulu, Ferry Fernando. Pihaknya pun mengaku siap menindaklanjuti laporan dari Walikota Helmi Hasan tersebut. (Bisri)









