BENGKULU,eWARTA.co - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Bengkulu menyebutkan bahwa penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang menjadi prioritas utama dalam pengendalian saat ini, pada standar pelayanan minimal sampai ke pelayanan kesehatan terbawah. Karena Indonesia adalah penyumbang TB No. 2 sedunia.
Dimana angka kematian untuk TB ini cukup besar, akan tetapi masyarakat abai karena proses bakteri yang menyerang paru-paru itu membutuhkan waktu yang lama.
"Penambahan kasus TB di 2 tahun terakhir ini, karena kasus pandemi Covid-19, nah jadi persentase penemuan kasus TB terendah saat ini di 2 tahun terakhir ini yakni terendah dalam pemeriksaan", Ujar Nelli Hartati selaku Kabid P2P Dinkes Kota Bengkulu, Rabu (9/2/2022).
Dimana hal itu diproyeksikan sekitar 2000 lebih kasus TB yang ada di kota Bengkulu ini. Karena dari tahun ketahun yang meninggal akibat TB, anak yang terdeteksi karena TB dengan Stunting dan sebagainya itu banyak.
Terakhir ada sekitar 30 orang lebih yang terdeteksi dari orang yang tidak mau periksa.
Dari setiap tahunnya ada sekitar 90 Persen lebih untuk kesembuhan.
"Jika sudah dilakukan pengobatan kesembuhan itu alhamdulillah itu sampai diatas 90 Persen, harus rutin dan benar-benar sudah melakukan pengobatan", tambahnya.
Untuk TB sendiri masih ada obatnya dan disediakan pemerintah, secara gratis disetiap Faskes. Dimana kebanyakan dari mereka ini datang Ke fasilitas non pemerintah karena gengsi untuk berobat ke fasilitas pemerintah, akan tetapi yang terstandar untuk pengobatan TB itu ada di fasilitas pemerintah. Pungkasnya. (Septi).









