Potensi Wisata Bengkulu, Belum Tersentuh Industri 4.0

Gubernur minta pariwisata Bengkulu tidak tergerus industri 4.0
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, harapkan potensi pariwisata yang dimiliki Bengkulu tidak tergilas oleh era industri 4.0.

Hal ini disampaikan Rohidin saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Peringatan Hari Statistik Nasional 2019 yang bertajuk "Pariwisata Bengkulu di Era Industri 4.0 Menuju Wonderful Bengkulu 2020", di salah satu hotel berbintang ternama di Kota Bengkulu, Senin (7/10).

Era Industri 4.0 menghasilkan pabrik cerdas, yakni era ini membuat pengusaha tidak harus memiliki pabrik dan toko untuk menjajakan barang atau jasa yang ia miliki. Sebab, di era industri 4.0 ini semuanya serba "klik", atau pengusaha menjajakan barang atau jasa yang mereka tawarkan melalui internet, seperti situs belanja online dan sejenisnya.

Menurut Rohidin, agar Bengkulu menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luar Bengkulu dibutuhkan pembuatan story telling, baik mengenai Kuliner, Sejarah maupun Pariwisata.

Untuk Kuliner, ada baiknya jika masyarakat Bengkulu dahulu yang mencicipi cita rasa yang khas dari kuliner yang dimiliki Bengkulu, seperti Pendap, Rendang Lokan dari Kabupaten Mukomuko bahkan Lemea dari Kabupaten Lebong.

Kemudian disisi sejarah, hendaknya masyarakat Bengkulu mengetahui terlebih dahulu cerita-cerita sejarah yang dimiliki Bengkulu, seperti salah satunya cerita kisah cinta Bubg Karno dan Ibu Fatmawati agar bisa menarik minat masyarakat luar daerah untuk berkunjung ke Bengkulu.

Sama seperti dua sisi tersebut, pada sisi pariwisata juga hendaknya masyarakat Bengkulu dahulu mencintai pariwisata Bengkulu, mempromosikannya melalui sosial media yang dimiliki.

Untuk itu, jika masyarakat Bengkulu telah melakukan hal tersebut, maka para wisatawan dari Provinsi tetangga ataupun negara tetangga.

"Saya kira, Bengkulu, Provinsi kecil yang punya potensi wisata tadi, itu bisa dimanfaatkan atau kita memanfaatkan, tidak tergilas dengan (era industri, red) 4.0," Sampai Rohidin.

Disamping itu, seminar nasional yang digelar oleh Badan Pusat Satatistik (BPS) Provinsi Bengkulu yang mendatangkan dua narasumber Yohanna Keraf, Direktur sekaligus Pendiri Duanyam dan Titi Kanti Lestari, Direktur Statistik Keuangan, Teknologi Informasi dan Pariwisata.

Dalam seminar ini, disajikan data bagaimana potret pariwisata Bengkulu dalam konteks data.

"Ini narasumbernya ada mbak Hanna Keraf, ini mereka anak muda yang sangat kreatif dalam rangka mengangkat kearifan lokal NTT dengan anyamannya ternyata mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat," tutup Rohidin. (Nay)