Potensi Karbon Aktif Cangkang Sawit di Bengkulu Melimpah

Create: Thu, 28/07/2022 - 16:07
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Provinsi Bengkulu memiliki potensi karbon aktif melimpah berbahan dasar cangkang sawit. Bahkan daerah ini diperkirakan mampu menghasilkan karbon aktif lebih dari 10 ribu ton per bulannya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Bengkulu, Ir Marwan Ramis mengatakan, potensi karbon aktif di Bengkulu cukup banyak lebih dari 10 ribu ton per bulan dengan nilai ekonomi diperkirakan diatas Rp 40 miliar.

Meskipun memiliki potensi yang terbilang cukup besar, namun nyatanya belum ada perusahaan di daerah yang menekuni bisnis ini. Padahal bisnis karbon aktif memiliki pangsa pasar yang cukup besar di dunia.

"Potensi karbon aktif kita besar, tapi tidak ada perusahaan yang menekuni bisnis ini di Bengkulu," kata Marwan, kemarin (28/7).

Ia mengaku, karbon aktif atau dikenal juga dengan arang aktif merupakan material amorf berkarbon yang memiliki luas permukaan yang besar yang dibangun oleh struktur pori internalnya melalui proses karbonisasi dan aktivasi.

Apalagi arang aktif dapat digunakan antara lain dalam sektor industri, kesehatan, lingkungan dan pertanian.

"Jadi sangat banyak kegunaan dari karbon aktif atau arang aktif ini," ujar Marwan.

Di Bengkulu sendiri, karbon aktif bisa diproduksi dari bahan yang terbarukan dan lebih murah salah satunya cangkang sawit. Produk sampingan dari kelapa sawit tersebut bisa menjadi karbon aktif dengan kualitas terbaik. Bahkan beberapa negara seperti Swedia bersedia memesan karbon aktif dari cangkang sawit ini.

"Selama ini banyak perusahaan hanya mengekspor cangkang sawit dalam bentuk bahan baku tanpa proses pengolahan lebih lanjut. Padahal kalau menjadi karbon aktif harganya itu lebih mahal dibandingkan cangkang sawit," kata Marwan.

Marwan mengaku, harga cangkang sawit per kilogram mencapai Rp 750 hingga Rp 1.000. Sementara itu, harga cangkang sawit yang telah diolah menjadi karbon aktif mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.

"Saya pikir ini adalah potensi yang sangat luar biasa dan wajib untuk digarap oleh daerah," tutupnya.

Sementara itu, Founder PT Mas Inti Persada, Anne Sri Arti mengaku, tidak hanya mengekspor cangkang sawit, kedepan pihaknya juga akan menggarap potensi karbon aktif. Karena karbon aktif memiliki prospek yang cukup baik di pasar dunia.

"Kita akan coba menggarap potensi karbon aktif karena permintaan dari pasar luar negeri terhadap komoditas ini juga sangat tinggi," tutupnya.