BENGKULU, eWARTA.co - Polres Mumomuko membentuk tim khusus penanganan jenazah pasien virus corona (Covid-19). Itu dilakukan dalam upaya mengantisipasi penelantaran dan penolakan warga terhadap pemakaman jenazah pasien Covid-19.
Tim yang dibentuk dari personel Polres Mukomuko tersebut. dibekali latihan serta simulasi penanganan jenazah mulai dari rumah sakit hingga pemakaman, kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres AKBP Andi Arisandi, S. Ik, Kabag Sumda, PJU Polres dr. Vivi Dwi Jayanti dan tim medikal 12 orang.
Kapolres Mukomuko AKBP Andy Arisandi S. Ik, SH mengatakan, simulasi digelar untuk melatih personel yang tergabung dalam Timsus tentang tata cara mengurus jenazah pasien covid 19.
Simulasi ini memperagakan berbagai tahapan mulai dari korban meninggal hingga proses pemakaman secara khusus. Simulasi diperagakan sesuai standar yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.
"Perlu kerja sama yang baik antar instansi untuk penanganan (pemulasaran) yang tepat," kata Kapolres saat menghadiri simulasi di Mapolres Mukomuko, Senin (11/5/20).
Sesuai standar operasional prosedur, Tim Kesehatan dari Polres melakukan pemulasaran mulai dari sakit hingga ke mobil jenazah. Setiba di lokasi pemakaman, dilangsungkan proses lanjutan oleh tim relawan Polri.
"Tahapan penanganan hingga pemakaman harus tertata dengan baik,"jelasnya.
Selain proses yang harus berurutan, masih kata Kapolres, personel tim pemulasaran harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Simulasi itu sekaligus mengedukasi tentang tata cara penggunaan APD dengan benar.
Simulasi ini untuk memudahkan tim yang terlibat saat menangani jenazah jika terjadi nantinya. Kemudian setelah dilakukan pemakaman, juga berlaku protokol saat kembali ke Polres Mukomuko sehingga personel agar tidak terpapar dengan tetap kembali dilakukan penyemprotan desinfektan.
"Selain itu juga bagaimana membuka APD yang harus dibuka bertahap (step by step) dan cuci tangan untuk menjaga kebersihan,"pungkasnya. (Budi)










