BENGKULU,eWARTA.co -- Kepolisian Resor Seluma membubarkan aksi para ibu yang menduduki tambang pasir besi di Kabupaten Seluma. Tambang ini pun kini dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
"Atas nama undang-undang kami selaku kepala keamanan wilayah Kabupaten Seluma, memerintahkan ibu-ibu meninggalkan tempat ini sekarang juga," ujar Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto, Senin (27/12/2021).
Selain melakukan pembubaran, polisi juga mengamankan sepuluh orang peserta aksi untuk dimintai keterangan.
"Saat ada 8 orang kita amankan dulu, ada 2 orang tambahan yang baru di Mapolres Seluma untuk dimintai keterangan untuk hasil masih menunggu karena belum selesai," sambungnya.
Saat ini, polisi menempatkan sejumlah personel untuk berjaga di lokasi tambang. Polisi beralasan, tambang ini merupakan bentuk investasi yang bermanfaat di Seluma.
"Saat ini pihak sabhara sudah menjaga ketat lokasi tambang, ini merupakan perusahaan proyek investasi yang harus kita amankan untuk kesejahteraan kita semua tidak hanya pasir besi ini saja, tetapi perusahaan lain juga kita amankan," lanjut Kapolres AKBP Darmawan Dwiharyanto.
Sepuluh orang yang diamankan yakni, Warga Desa Pasar Seluma Fitri, Novita, Rustam Efendi, Rivaldo. Aktivis Pendamping, Abdul (WALHI Bengkulu), Selvia (GENESIS), Rahmad Coucil, Suprianto Zakaria (BM AMAN), Kepala Desa Hertoni Zakaria. (Nandar)









