Permintaan Komoditas Sarang Burung Walet Bengkulu Tak Pernah Sepi

Permintaan Komoditas Sarang Burung Walet Bengkulu Tak Pernah Sepi
Create: Wed, 27/01/2021 - 19:17
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Permintaan komoditas sarang burung walet dari Bengkulu tak pernah sepi meski dalam kondisi pandemi COVID-19.

"Baru saja kami lakukan sertifikasi 81 kilogram sarang walet senilai Rp 405 juta tujuan Jakarta Utara dan Medan.Memang permintaannya tidak pernah sepi," kata Kepala Karantina Bengkulu, Bukhari, Rabu (27/1/2021).

Berdasarkan data sistem informasi (IQFAST) Karantina Pertanian Bengkulu, selama Tahun 2020 sebanyak 10.300,72 kilogram dengan frekuensi 511 kali komoditas ini dikirim antar area keluar Provinsi Bengkulu. 

"Sementara ekspor hanya tercatat 5 kilogram sebanyak dua kali dengan tujuan Taiwan," kata Bukhari.

Ia mengatakan sarang walet baik sebagai bahan baku, maupun produk pangan yang telah diproses permintaannya selalu tinggi.

Sebagai bentuk gerakan tiga kali lipat ekspor, pihaknya akan berupaya meningkatkan ekspor komoditas pertanian yaitu sarang burung walet dan Kopi langsung dari wilayah ini. 

"Tentunya dengan peningkatan kualitas maupun kuantitasnya agar layak diterima pasar mancanegara," katanya.

Bukhari menambahkan melalui peraturan Menteri Pertanian, komoditas ini tidak dapat dimasukan atau dikeluarkan dari wilayah Indonesia. Hal ini sebenarnya membuka peluang bagi pengusaha khususnya di Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan nilai tambah produk ini, dari bahan baku menjadi produk pangan siap konsumsi. 

"Selisih harga yang lebih tinggi tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang terlibat di usaha ini," kata Bukhari. (Bisri)