Penyair 3 Negara Rayakan Kemerdekaan Lewat, "Puisi Bulan Merdeka", Guru Besar Unej Prof Akhmad Taufik Wakili Indonesia

Create: Sun, 23/08/2026 - 05:13
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Penyair dari tiga negara serumpun berkumpul dalam satu ruang virtual melalui gelaran “Puisi Bulan Merdeka: Demi Tanah Airku” pada Sabtu (22/8/2026). Agenda ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

​Acara yang diprakarsai oleh Persada.org Singapore dan digagas oleh Tuan Yahya Bin Abdul Hamid tersebut mengundang penyair secara terbatas dari ketiga negara untuk membacakan puisi secara daring via Zoom.

​Akademisi sekaligus Guru Besar Universitas Jember (Unej), Prof. Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd., menjadi salah satu penyair yang ditunjuk mewakili Indonesia.

​“Alhamdulillah dapat hadir dalam agenda pertemuan penyair tiga negara: Singapura, Indonesia, dan Malaysia, dengan tema ‘Bulan Merdeka: Demi Tanah Airku’,” ucap Prof. Taufiq.

​Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan diplomasi budaya antarnegara serumpun melalui karya sastra. Undangan bersifat khusus dan ditujukan kepada penyair terpilih.

​Secara fisik, pusat kegiatan berada di Chua Chu Kang Community Club, Singapura (35 Teck Whye Ave, Singapore 688892). Namun, pelaksanaan acara dikemas secara hibrida/daring agar para penyair dari Indonesia dan Malaysia dapat berpartisipasi penuh.

​“Terima kasih kepada Tuan Yahya Hamid yang telah mengundang saya menjadi bagian dari agenda penting dan strategis ini untuk penguatan persaudaraan serumpun,” tambah Prof. Taufiq.

​Keterlibatan Prof. Taufiq dalam forum internasional ini sejalan dengan rekam jejak aktifnya di dunia sastra. Ia juga tercatat memandu forum NGONTRAS #55 "Ngobrol Nasional Metasastra" yang digelar oleh HISKI Komisariat Jember dengan tajuk "Problem Identitas dalam Studi Sastra Multikultural".

​Melalui ruang temu lintas negara ini, puisi terbukti menjadi medium yang efektif untuk merawat memori sejarah kemerdekaan sekaligus memperkokoh ikatan budaya antarnegara serumpun.

​Penulis: Hafit