JEMBER, ewarta.co – Penyair dari tiga negara serumpun berkumpul dalam satu ruang virtual melalui gelaran “Puisi Bulan Merdeka: Demi Tanah Airku” pada Sabtu (22/8/2026). Agenda ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Acara yang diprakarsai oleh Persada.org Singapore dan digagas oleh Tuan Yahya Bin Abdul Hamid tersebut mengundang penyair secara terbatas dari ketiga negara untuk membacakan puisi secara daring via Zoom.
Akademisi sekaligus Guru Besar Universitas Jember (Unej), Prof. Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd., menjadi salah satu penyair yang ditunjuk mewakili Indonesia.
“Alhamdulillah dapat hadir dalam agenda pertemuan penyair tiga negara: Singapura, Indonesia, dan Malaysia, dengan tema ‘Bulan Merdeka: Demi Tanah Airku’,” ucap Prof. Taufiq.
Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan diplomasi budaya antarnegara serumpun melalui karya sastra. Undangan bersifat khusus dan ditujukan kepada penyair terpilih.
Secara fisik, pusat kegiatan berada di Chua Chu Kang Community Club, Singapura (35 Teck Whye Ave, Singapore 688892). Namun, pelaksanaan acara dikemas secara hibrida/daring agar para penyair dari Indonesia dan Malaysia dapat berpartisipasi penuh.
“Terima kasih kepada Tuan Yahya Hamid yang telah mengundang saya menjadi bagian dari agenda penting dan strategis ini untuk penguatan persaudaraan serumpun,” tambah Prof. Taufiq.
Keterlibatan Prof. Taufiq dalam forum internasional ini sejalan dengan rekam jejak aktifnya di dunia sastra. Ia juga tercatat memandu forum NGONTRAS #55 "Ngobrol Nasional Metasastra" yang digelar oleh HISKI Komisariat Jember dengan tajuk "Problem Identitas dalam Studi Sastra Multikultural".
Melalui ruang temu lintas negara ini, puisi terbukti menjadi medium yang efektif untuk merawat memori sejarah kemerdekaan sekaligus memperkokoh ikatan budaya antarnegara serumpun.
Penulis: Hafit










