Pengusaha Tahu di Kota Bengkulu Tetap Produksi di Tengah Mahalnya Harga Kedelai

Create: Sat, 26/02/2022 - 16:35
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU, eWARTA.co - Kenaikan harga kedelai belum mempengaruhi produksi usaha tahu di Kota Bengkulu. Sampai saat ini salah satu pengusaha tahu di Kota Bengkulu mengaku masih berproduksi normal. Jumlah produksi dan harga jual masih tetap, meskipun sebagian pelaku usaha memilih mengurangi ukuran potongan tahu untuk mensiasati mahalnya harga kedelai. 

Nuril Huda (48) merupakan salah satu pemilik pabrik tahu di jalan Jaya wijaya, RT 23, RW 01 dusun besar kota Bengkulu yang tidak terkena imbas kenaikan harga kedelai. 

Usaha tahu yang digelutinya sejak tahun 2010 tersebut dalam sehari rata-rata membutuhkan 600 kilogram kedelai untuk memproduksi tahu. Saat harga kedelai mahal seperti sekarang, produksi tahu di tempatnya tetap normal dengan menghabiskan sekitar 600 kilogram kedelai per hari. 

"Iya walaupun kedelai naik ya gak ngaruh dan ini tetap diproduksi setiap hari, rata-rata sekitar 600 kilogram kedelai perharinya", Ujar Nuril Huda, Sabtu (26/2/2022). 

Dalam sehari dirinya membutuhkan 600 kilogram kedelai untuk memproduksi tahu putih dan tahu kuning atau tahu goreng. Dirinya juga belum mengubah ukuran serta menaikkan harga jual tahu. 

"Harga tahu yang bervariasi dan memang lebih mahal harga tahu putih, tetapi produksi tahu goreng dapatnya lebih banyak serta lebih banyak diminati, untuk ukuran harga jual juga bervariasi, misalnya tahu goreng ada yang 1000 tiga dan ada yang 1000 lima", katanya. 

Hanya saja, dirinya memproduksi tahu sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Selama ini dirinya mengaku hanya terkendala di pegawainya. 

"Kita jual itu papanan, tetapi jika ada warga sekitar yang beli eceren tetap kita kasih dan selama ini kita hanya terkendala di bagian pegawai karena susah nyari tenaga kerja", tambahnya. 

Kemudian, pabrik tahunya sempat  dirombak total agar kerja karyawannya cepat. Dengan dibantu oleh 12 orang karyawan dirinya mampu menghasilkan omset puluhan juta rupiah. 

"Untuk omsetnya itu sekitar 50 jutaan perbulan nya masih, tapi belum bisa kita pasarkan diluar Bengkulu hanya dikota Bengkulu saja karena susahnya mencari tenaga kerja", pungkasnya. (Septi)