BENGKULU,eWARTA.co -- Berbagai pihak menentang dan meminta rencana musyawarah provinsi (Musprov) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Bengkulu untuk ditunda pelaksanaannya.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bengkulu, Edwar Samsi mengatakan hal ini dikarenakan tidak ada pekerjaan KONI yang bersifat mendesak.
"Tanpa ada maksud apapun, Musprov KONI agar ditunda dulu. Bahkan jika perlu KONI Pusat dapat mengambil alih pekerjaan KONI Provinsi Bengkulu yang bersifat mendesak," katanya, Selasa (9/10/21).
“Untuk apa Musprov digelar terburu-buru, karena kami khawatir masalah lama berulang kembali, dan juga masa jabatan pelaksana tugas, diketahui baru berakhir 31 Desember nanti," tambahnya.
Menurut Edwar ada yang lebih penting daripada Musprov yakni menuntaskan aliran dana hibah yang dikorupsi oleh pengurus sebelumnya.
Hal ini dikarenakan, masyarakat juga ingin tahu penggunaan dana hibah ke KONI, dan hasil PON ke XX di Papua beberapa waktu lalu.
"Semua itu anggaran yang digunakan belum dilaporkan ke DPRD Provinsi Bengkulu oleh KONI" ungkapnya.
Terkait rencana Musprov KONI tanpa koordinasi dengan Pengprov dan cabang olahraga lain, dalam kepanitiaanya, pihaknya akan mendorong Komisi IV DPRD Provinsi yang membidangi keolahragaan, agar memanggil Dispora bersama KONI Provinsi Bengkulu terlebih dahulu.
"KONI belum melaporkan pertanggungjawaban penggunaan Rp4 miliar untuk PON, jika sudah barulah bisa mempersiapkan Musprov KONI," pungkas Edwar. (Bisri)









