Bengkulu, eWarta.co – Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang setelah kapal nelayan yang ditumpanginya karam di perairan Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, Minggu (5/4/2026) malam. Penghentian sementara dilakukan karena cuaca buruk disertai hujan lebat dan badai di lokasi pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Bengkulu melaporkan operasi pencarian hari pertama telah dilakukan sejak sore hari dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Namun hingga pencarian dihentikan pada pukul 19.00 WIB, korban yang masih hilang belum berhasil ditemukan.
Dalam kejadian tersebut terdapat dua orang di dalam kapal nelayan. Satu orang atas nama Berry (43) berhasil selamat, sedangkan satu korban lainnya Ujang Kidik (63) hingga kini masih dalam pencarian.
Tim Rescue KPP Bengkulu tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya. Selanjutnya pada pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan perahu karet LCR.
Sekitar pukul 18.15 WIB, tim tambahan dari KN 213 Bengkulu juga diberangkatkan menuju lokasi menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) untuk memperluas area pencarian di sekitar titik koordinat kejadian di perairan Pantai Pasir Putih.
Meski pencarian intensif telah dilakukan, hingga malam hari korban belum ditemukan. Operasi SAR hari pertama kemudian dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
“Pencarian dihentikan sementara karena hujan lebat dan kondisi cuaca di lokasi kurang mendukung. Operasi SAR akan dilanjutkan kembali besok pagi,” demikian laporan resmi Kantor SAR Bengkulu.
Meski operasi resmi dihentikan sementara, tim SAR gabungan tetap melakukan pemantauan dan penyisiran terbatas di sekitar lokasi kejadian.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur di antaranya Tim Rescue KPP Bengkulu, Polresta Bengkulu, TNI, BPBD Kota Bengkulu, Damkar Kota Bengkulu, Tagana, PMI, SAKA SAR, serta masyarakat setempat.
Dalam operasi tersebut, tim SAR menggunakan sejumlah peralatan dan armada di antaranya perahu LCR, rigid buoyancy boat (RBB), mobil personel, kendaraan double cabin, peralatan komunikasi SAR, peralatan medis, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Rencananya pencarian terhadap korban yang masih hilang akan dilanjutkan kembali pada Senin (6/4/2026) pukul 07.00 WIB dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.









