Pemkot Dukung Bank Bengkulu Gaet Investor untuk Penuhi Modal Inti

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bengkulu Tahun Buku 2020 di Aula Lantai 7 Graha Bank Bengkulu, Rabu (16/9/2020).
Create: Wed, 16/09/2020 - 14:25
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menyebut pemkot mendukung upaya Bank Bengkulu untuk menggaet insvestor demi mencapai target modal inti. Ini disampaikan Dedy usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bengkulu Tahun Buku 2020 di Aula Lantai 7 Graha Bank Bengkulu, Rabu (16/9/2020).

“Sebagai salah satu pemegang saham di Bank Bengkulu. Pemkot siap mendukung masuknya investor ke Bank Bengkulu untuk mencapai target modal inti Rp1 trilun ditahun 2020 agar Bank Bengkulu tidak berubah menjadi BPR atau BPRS,” ujar Dedy.

Rapat yang dihadiri oleh pemegang saham mulai dari Gubernur dan seluruh Bupati se- Provinsi Bengkulu serta jajaran Direksi Bank Bengkulu ini digelar tertutup. Rapat yang merupakan agenda tahunan ini membahas dan mengesahkan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik, dalam bentuk laporan pertanggungjawaban Direksi PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu berupa neraca dan laporan rugi laba.

Selain itu, RUPSLB juga membahas terkait terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum. Hal ini mewajibkan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1 seperti Bank Bengkulu wajib punya modal inti Rp1 trilun pada tahun 2020 ini.

Dedy berharap, RUPSLB ini dapat dapat menghasilkan jalan agar Bank Bengkulu terus tumbuh dan berkembang menjadi bank daerah terbaik. 

“Semoga melalui RUPSLB dan masuknya investor ini dapat menjadikan Bank Bengkulu terus tumbuh dan berkembang menjadi bank daerah terbaik. Karena perkembangan Bank Bengkulu tidak terlepas dari dukungan, arahan dan kepercayaan seluruh para pemegang saham (shareholder) dan para investor tentunya,” pungkas Dedy. (Red/Adv)