BENGKULU,eWARTA.co -- Meski dilanda pandemi, Walikota Bengkulu Helmi Hasan menegaskan program satu miliar satu kelurahan (Samisake) tetap bergulir. Ia meminta dinas koperasi untuk tetap mengawasi karena program ini telah masuk ke tahap pengembalian dana.
“Kita ada program satu miliar satu kelurahan, program ini targetnya tujuh tahun dan sekarang sudah berlalu, jadi sudah saat pengembalian. Di awal sudah ada relaksasi pembayaran satu tahun dan semenjak covid inilah roda perekonomian sedikit lambat. Tetapi pasti ada solusinya agar roda perekonomian tetap berputar,” sampai Helmi.
Namun, jelas Helmi, Pemkot Bengkulu tetap memberi keringanan bagi UMKM yang mengaku tidak mampu bayar dengan mencarikan solusi terbaik.
“Para pelaku UMKM sudah banyak yang susah, jangankan mengembalikan, makan aja susah. Maka dari itu, kita terus mencarikan solusinya bagi yang tidak mampu bayar. Seperti yang dulu, ada warga minjam untuk usaha mebel, tetapi dia tiba-tiba lumpuh dan masih ada tunggakannya. Oleh karena itu, kita cari solusinya dengan menggunakan zakat saya untuk membayarkannya dan memberikan kursi roda,” tambahnya.
Akan tetapi bagi yang mampu bayar namun berpura-pura tidak mampu, pemkot akan memprosesnya ke jalur hukum.
“Gaji kita ini dari uang rakyat, uang yang kita pinjamkan juga uang rakyat. Tetapi kita ingin masyarakat terus mendukung program pemerintah. Karena hal ini merupakan dana bergulir dan akan digulirkan makin banyak dan besar untuk rakyat, tetapi apabila ada yang nakal, dia bisa bayar tetapi tak mau membayar proses saja secara hukum,” tutupnya. (MC)









