Pemkot Bengkulu Mulai Bangun Tiga Jembatan di Titik Rawan Banjir

Create: Sat, 18/07/2026 - 11:52
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai pembangunan tiga jembatan di sejumlah kawasan rawan banjir. Proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai upaya meningkatkan akses transportasi sekaligus mengurangi dampak banjir yang selama ini menghambat aktivitas warga.

Groundbreaking dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, serta jajaran pemerintah daerah dan kepolisian. Pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemkot Bengkulu dan Polresta Bengkulu dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, mengatakan pembangunan tiga jembatan merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang disampaikan melalui Bhabinkamtibmas.

"Beberapa waktu lalu Pak Kapolresta menerima laporan dari Bhabinkamtibmas terkait titik-titik yang sering terdampak banjir. Sebenarnya lokasi ini sudah kami identifikasi sejak 2023, namun pelaksanaannya saat itu terkendala anggaran. Tahun ini akhirnya bisa direalisasikan," kata Noprisman.

Sebelum pekerjaan dimulai, Pemkot bersama Polresta Bengkulu melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan lokasi pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seluruh proyek kini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses kontrak selesai.

"Seluruh pekerjaan sudah berkontrak. Targetnya dalam waktu sekitar tiga bulan pembangunan selesai sehingga pada November mendatang jembatan sudah dapat digunakan masyarakat," ujarnya.

Tiga jembatan yang dibangun berada di kawasan Betungan, Pancur Mas, dan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu. Ketiga lokasi tersebut diprioritaskan karena kerap terdampak banjir dan mengganggu mobilitas warga.

Untuk pembangunan Jembatan Betungan dialokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar, Jembatan Pancur Mas sekitar Rp1,8 miliar, sedangkan Jembatan Pematang Gubernur sekitar Rp2 miliar.

Selama proses konstruksi, akses jalan di lokasi proyek akan ditutup sementara karena pekerjaan pengecoran jembatan dilakukan secara penuh. Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, media, serta kepolisian untuk menyosialisasikan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif.

"Nanti akan kami informasikan kepada masyarakat. Penutupan hanya bersifat sementara dan kami sudah menyiapkan jalan alternatif agar aktivitas warga tetap berjalan," jelas Noprisman.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, struktur beton jembatan membutuhkan waktu perawatan hingga mencapai kekuatan maksimal sebelum dapat dilalui kendaraan.

"Pembangunan ini memang membutuhkan waktu karena beton harus mencapai umur yang sesuai agar aman digunakan. Kami berharap masyarakat memahami karena proyek ini untuk kepentingan bersama," tutupnya.