BENGKULU,eWARTA.co -- Pasca 10 ekor kambing dimangsa Harimau Sumatra, Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) wilayah II Seluma memasang kerangkeng dengan umpan kambing di sekitar lokasi , Desa Tanjung Kuwaw Kecamatan Lubuk Sandi.
"Hari ini Kerangkeng sudah dipasang oleh BKSDA dengan harapan harimau bisa masuk perangkap yang telah di umpan kambing," ucap Kepala Desa Tanjung Kuwaw, Heri Yulianto, Senin (27/7/2020).
Dijelaskannya, untuk umpan yang digunakan yaitu anak kambing. Selain itu BKSDA juga memasang satu kamera pengintai di kebun dekat tempat kerangkeng dipasang, yang bertujuan untuk mengindentifikasi hewan yang berada di seputaran wilayah tersebut dan diletakkan dengan jarak 100 meter dari kandang kambing milik Wazan.
Dengan dimangsanya hewan ternak warga ini jelas membuat kekawatiran tersendiri pada warga yang hendak berkebun. Baik itu untuk ke kebun sawit maupun karet. Mengingat harimau sudah memasuki perkebunan warga lainnya.
"Siapa saja agar memberitahu masyarakat untuk tidak mendekati kerangkeng karena berbahaya, apabila pintu kerangkeng sudah tertutup masyarakat diminta untuk segera melapor kepada petugas," tegas Heri
Diketahui, kerangkeng dan kamera trap akan dipasang maksimal sampai dengan satu bulan, apabila satu bulan kedepaan tidak ada maka kerangkeng dan kamera tersebut akan kembali diambil oleh pihak BKSDA.
Terpisah, Kapolsek Sukaraja Iptu Saiful Ahmadi menyampaikan kepada Kepala Desa Tanjung Kuaw, agar mengimbau kepada masyarakatnya, yang memiliki hewan ternak untuk memelihara di dalam kandang, karena saat ini sudah ada hewan ternak yang menjadi korban binatang buas jenis Harimau. Serta aktifitas warga yang berkebun diminta untuk selalu waspada.
"Kita minta warga yang berkebun juga waspada. Jika perlu untuk sementara waktu untuk tidak berkebun hingga kondisi aman," sampainya.
Diketahui, kambing jumlahnya 21 ekor yang merupakan ternak milik Hairil Wazan (71) warga Asal Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi. 10 ekor menjadi korban keganasan harimau. 8 ekor kambing di temukan mati dan 2 ekor kambing lainnya telah habis di makan harimau. Sedangkan sisa 11 ekor lainnya langsung diamankan, dibawa ke dusun. Diduga harimau tersebut lebih dari 1 ekor karena dilihat dari jejaknya yang cukup banyak. Untuk itu, masyarakat desa diminta agar waspada. (nor)









