Ngidang Betuah Dokumentasikan Resep dan Pengetahuan Kuliner Tradisional Bengkulu Diluncurkan

Create: Mon, 26/10/2026 - 08:14
Author: Admin 3
Tags

 

Bengkulu, eWarta.co – Resep, teknik memasak, dan pengetahuan kuliner yang diwariskan turun-temurun di Bengkulu dihimpun dalam karya Ngidang Betuah yang digagas Febi Prapitasari, M.I.Kom. Karya tersebut diluncurkan dalam bentuk buku, e-book, dan film dokumenter di Trilogi Coffee & Eatery, Kota Bengkulu, Minggu (25/10/2026), sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan kuliner daerah.

Proses penyusunan Ngidang Betuah dilakukan melalui penelusuran bahan pangan lokal, wawancara dengan maestro kuliner, serta perekaman tahapan pengolahan makanan tradisional. Dokumentasi ini mencakup empat wilayah, yakni Kabupaten Rejang Lebong, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Penelusuran di sejumlah daerah tersebut merekam keragaman hidangan, teknik pengolahan, dan pengetahuan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Informasi yang dihimpun menjadi bahan untuk mengenalkan kembali kuliner tradisional Bengkulu sekaligus menjaga pengetahuan yang berisiko terlupakan seiring perubahan zaman.

Penulis sekaligus penggagas proyek Ngidang Betuah, Febi Prapitasari, M.I.Kom., mengatakan dokumentasi tersebut merupakan upaya berkontribusi dalam menjaga kekayaan budaya Bengkulu. Ia berharap karya itu dapat menjadi sumber referensi yang tersimpan dan bisa diakses masyarakat melalui Perpustakaan Nasional maupun perpustakaan daerah.

Febi menilai dokumentasi budaya Bengkulu masih perlu diperluas agar kekayaan daerah tidak hanya dikenal melalui cerita lisan, tetapi juga tercatat dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Melalui proyek ini, ia ingin merekam pengetahuan para maestro kuliner sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk mendokumentasikan budaya lokal.

Menurut Febi, kuliner tradisional tidak hanya berkaitan dengan resep makanan, tetapi juga memuat pengalaman, teknik pengolahan, cerita, dan kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi. Karena itu, dokumentasi menjadi salah satu cara untuk menjaga pengetahuan tersebut agar tidak hilang dan tetap dapat dipelajari masyarakat.

Penerbitan buku, e-book, dan film dokumenter Ngidang Betuah didukung melalui Dana Abadi Kebudayaan dalam program Dana Indonesiana tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan. Pemanfaatan berbagai format publikasi ini diharapkan memperluas jangkauan dokumentasi kuliner tradisional Bengkulu sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah.