Ewarta.co -Kesadaran akan tertib berlalu lintas di Kabupaten Seluma terbilang masih sangat rendah. Sehingga angka kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) masih sangat tinggi.
Seperti kejadian pada senin pagi (16/7) sekira pukul 09.00 WIB, Mobil Toyota Strada Triton R 1756 UE yang dikemudikan Frendy Rezzal Tatontos (38) warga Kota Bengkulu menabrak bagian belakang Toyota Avanza BD 1633 AR yang dikemudikan Gusti (48) wargaTais Kecamatan Seluma.
Kedua kendaraan yang melaju bersamaan dari arah Tais, saat melintas di jalan lurus kelurahan Babatan Kecamatan Sukaraja persisnya di depan Puskesmas Babatan, mobil Avanza mengerem mendadak menghindari sepeda motor yang ada didepannya.
"Saya itu pelan pak. Karena ada sepeda motor di depan saya, lalu saya pijak rem dan langsung ditabrak," ujar Gusti,
Diceritakan Gusti, dirinya telah mengetahui jika dibelakang mobilnya ada Strada Triton yang mengiring dengan jarak yang agak dekat dari mobilnya. "Mungkin saat saya mengerem tersebut, supirnya terkejut. Karena kendaraan kami dekat, rem tidak mampu menahan laju Strada yang memang melaju agak kencang tersebut dan langsung menabrak bagian belakang mobil saya," terang Gusti.
Sementara Supir Toyota Strada Triton, Frendy mengakui jika dirinya mengemudi agak kencang. Sehingga saat mobil Avanza didepannya mengerem mendadak mengaku terkejut dan tiba-tiba sudah menabrak mobil yang ada di depannya.
"Jarak kendaraan kami memang dekat pak. Mungkin sekira dua meter, jadi rem saya tidak mampu menghentikan kendaraan saya," ucap Frendy.
Kedua belah pihak sempat terjadi ribut mulut dan saling menyalahkan. Beruntung anggota Satlantas Polres Seluma cepat tiba dilokasi dan langsung menengahi. Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika,S.Ik melalui Kasatlantas Iptu Aan Setiawan didampingi KBO Lantas Ipda Agus mengatakan kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.
" Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini tetapi kendaraan mengalami penyok (rusak ringan) sementara Kendaraan tidak kami lakukan penahanan, karena keduanya sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan. Namun demikian kami tetap lakukan pemantauan proses perdamaian mereka agar tidak saling merugikan kedua belah pihak," Tegas Agus.









