BENGKULU,eWARTA.co -- Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) Bengkulu mengeluhkan layanan perbankan semasa migrasi.
Salah satu nasabah, Astuti mengungkapkan beberapa layanan yang dikeluhkannya adalah proses migrasi dan penggunaan mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Hingga beberapa hari ini Ia mengaku kesulitan saat akan melakukan migrasi lantaran kantor pelayanan yang beroperasi secara terbatas di masa pandemi COVID-19 sehingga harus mengantre sepanjang hari.
"Mau migrasi via online juga sulit. Kadang jaringannya yang tak stabil dan caranya yang tidak semudah di panduan aplikasi BSI," katanya, Kamis (5/8/21).
Sementara pada proses penarikan uang, Ia harus mengeluhkan jarak penggunaan mesin ATM yang juga terbatas dengan jarak yang juga cukup jauh.
"Kami hanya bisa menggunakan ATM di kantor Cabang BSI Bengkulu yang jaraknya tidak dekat. Apalagi saat keadaan mendadak, mau tidak mau harus ke kantor cabang untuk bertransaksi," kata Astuti.
"Mau pakai ATM Bersama juga terkadang mesinnya tidak didukung," tambahnya.
Demikian yang diungkap nasabah lain, Rohma mengeluhkan tidak sinkronnya jumlah uang yang ada pada aplikasi Mobile Banking-BSI dengan di ATM membuat Ia harus bolak-balik ke ATM.
"Sudah dua bulan migrasi ke BSI tapi aplikasinya masih tidak sinkron. Besaran di ATM dengan di aplikasi tidak nyambung. Yang ditakutkan jika ada tagihan, pasti bakal terlewat lantaran sudah setor namun tidak terdebit," ungkapnya.
Untuk itu Rohma meminta kepada manjemen BSI agar proses migrasi sistem perbankan harusnya dibarengi dengan perbaikan layanan dan pemeliharaan. Jangan saat migrasi sistem dilakukan, prasarana untuk bertransaksi juga tidak tersedia atau mendukung.
"Kesannya jadi seperti buat bank baru," ungkapnya.
BSI sendiri sebelumnya menyatakan kesiapannya untuk melakukan proses penyatuan sistem layanan di wilayah regional III Palembang area Bengkulu terhitung sejak 21 Juni 2021.
Demikian proses migrasinya, diinformasikan dilakukan mulai dari 15 Februari 2021 sampai dengan 30 Oktober 2021. Dalam periode tersebut nasabah secara bertahap dihubungi untuk melakukan migrasi.
BSI melakukan penyatuan dan integrasi sistem layanan pada 2,1 juta nasabah di wilayah Sumatera dari 274 outlet ex-BNI Syariah (BNIS) dan ex-BRISyariah (BRIS) ke dalam sistem baru layanan BSI.
Adapun penyatuan sistem layanan di wilayah Sumatera ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu anjungan tunai mandiri (ATM) hingga mobile banking dan internet banking.
Sebelumnya manajemen BSI area Bengkulu Hijazi berharap, proses penyatuan integrasi sistem layanan ini bisa berjalan dengan lancar dan optimal.
"Jika terdapat perubahan nomor telepon dan email, sebelum migrasi berlangsung nasabah masih tetap bisa menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal mereka seperti ATM Prima, ATM bersama, dan GPN. Sedangkan metode mobile banking dan internet banking dari masing-masing bank asal tetap dapat digunakan dan diakses oleh nasabah sampai dengan informasi selanjutnya," demikian Hijazi. (Bisri)









