Muswil PKS Bengkulu Lahirkan Generasi Baru, Delapan DPTW Dilantik

 

BENGKULU, eWarta.co – Musyawarah Wilayah ke-VI (Muswil) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bengkulu resmi digelar serentak bersama seluruh provinsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya, perhelatan akbar lima tahunan ini dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional. Dengan mengusung tema “Kokoh Bersama Majukan Bengkulu untuk Indonesia”, Muswil PKS menjadi momentum penting bagi konsolidasi kader sekaligus penguatan komitmen politik partai.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Bengkulu, H. Sujono, menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar ajang memilih pengurus, melainkan forum sosialisasi, pelantikan, serta konsolidasi struktur kepengurusan baru.

“Sebelum Muswil, PKS telah melaksanakan Pemilihan Umum Raya yang diikuti seluruh anggota pelopor PKS untuk menentukan bakal calon Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW),” jelas Sujono dalam sambutannya di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Minggu (24/8/2025).

Ia menerangkan bahwa berbeda dengan partai lain yang mengenal istilah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), PKS menyebutnya Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW). Struktur ini terdiri atas tiga unsur, yakni;

* Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), * Dewan Pengurus Wilayah (DPW)   *Dewan Syariah Wilayah (DSW).

Delapan anggota DPTW hasil Pemilu Raya kemudian resmi disosialisasikan sekaligus dilantik dalam forum Muswil tersebut.

Dalam sambutannya, Sujono menekankan bahwa PKS Bengkulu siap bekerja sama dengan pemerintah daerah di semua tingkatan. Menurutnya, di Bengkulu tidak ada istilah oposisi.

“Walaupun calon yang diusung PKS tidak menang dalam pilkada, kader dan struktur wajib mendukung kepala daerah terpilih demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, PKS ingin memastikan program pembangunan berjalan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, seluruh kader, termasuk anggota DPRD PKS, diarahkan agar berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah masing-masing.

Selain itu, Sujono juga menyampaikan arahan dari Presiden PKS terkait program strategis partai, yakni K2-P2 (Kader dan Kaderisasi serta Pelayanan Publik). Program ini disusun dalam dua tahap, di mana dua tahun pertama lebih difokuskan pada penguatan kaderisasi, kemudian dua tahun berikutnya menitikberatkan pada pelayanan publik, khususnya dalam rangka menghadapi Pemilu 2029.

“Dua tahun awal, porsi besar diarahkan untuk kaderisasi tanpa mengabaikan pelayanan publik. Begitu pula dua tahun terakhir, meski fokus pelayanan publik, kaderisasi tetap berjalan,” jelasnya.

Ketua DPW PKS Bengkulu, Alamsyah, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa regenerasi merupakan ciri khas PKS sebagai partai kader. Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan sekadar formalitas, melainkan tradisi kaderisasi yang telah mengakar dalam tubuh PKS.

“Sekitar 40 persen pengurus DPW Bengkulu yang baru merupakan kader muda di bawah usia 40 tahun. Kehadiran mereka diharapkan membawa energi baru, inovasi, serta gagasan segar dalam menghadapi dinamika politik dan pembangunan daerah,” ujar Alamsyah.

Ia optimistis sinergi antara generasi muda dan senior akan semakin memperkuat PKS dalam menyongsong visi besar bangsa, yakni Indonesia Emas 2045.

Gubernur Bengkulu yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah, Herwan Antoni, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil PKS. Ia menilai forum tersebut bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum penting untuk konsolidasi, refleksi, sekaligus perumusan langkah-langkah strategis ke depan.

“Bengkulu memiliki potensi besar, baik dari segi sumber daya alam maupun manusia. Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk partai politik. Kami percaya PKS akan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Herwan.

Herwan juga mengajak seluruh jajaran PKS Bengkulu untuk memperkuat komitmen kebangsaan, bersinergi dengan pemerintah daerah, menjadi teladan politik yang santun dan berintegritas, serta memberdayakan masyarakat melalui program-program konkret di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Dengan komposisi kepengurusan yang lebih segar, kombinasi kader muda dan senior, serta komitmen kolaborasi yang kuat, PKS Bengkulu optimistis melangkah lebih maju. Tiga modal utama—militansi kader, soliditas struktur, dan budaya kerja sama—diyakini mampu menjadi fondasi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Muswil ke-VI PKS Bengkulu bukan hanya menandai lahirnya kepengurusan baru, tetapi juga mempertegas Komitmen Partai untuk terus berkhidmat bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, PKS siap mengokohkan perannya dalam kancah politik nasional sekaligus mempercepat kemajuan Bengkulu menuju Indonesia yang lebih baik. (**)