BENGKULU,eWARTA.co - Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bengkulu menjadi salah satu dari 100 sekolah pioneer VR (Virtual Reality) untuk pendidikan di Indonesia.
Pada selasa (9/2/2021) dilakukan serah terima VR Kit gelombang ke-2 dari operator program pioneer kepada penanggungjawab program VR MTs N 1 Kota Bengkulu, Lumenta Rinaldy.
"Serah terima peralatan ini sebagai tindak lanjut pelaksanaan program 100 sekolah pioneer VR se-Indonesia," kata Rinaldy, Sabtu (13/2/2021).
Rinaldy mengatakan program ini bertujuan untuk memberikan akses dan pembimbingan jangka panjang secara gratis kepada 100 sekolah terpilih di 34 provinsi Indonesia untuk menggunakan teknologi VR melalui platform Millealab.
"Rekomendasi pemilihan sekolah dikoordinasi oleh Ikatan Guru Indonesia DKI Jakarta," kata dia.
Setelah sekolah-sekolah terpilih, para guru perwakilan harus mengikuti pelatihan dan pembimbingan yang dilakukan guru-guru trainer dari IGI DKI Jakarta untuk membuat konten pembelajaran VR sesuai dengan identifikasi pedagogi dan non-pedagogi.
"Sehingga setiap sekolah akan menemukan formulasi yang tepat dan optimal bagi siswa-siswi mereka," kata Rinaldy.
"Kami berharap semoga program ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses demi perkembangan pendidikan khususnya dan masyarakat Bengkulu," lanjut Rinaldy.
Sebelumnya Millealab bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia DKI Jakarta, Seameo Seamolec, Pigijo, dan Daily Social meluncurkan program 100 Sekolah Pionir VR Indonesia.
Satu-satunya produk cloud basedplatform VR untuk pendidikan di Indonesia ialah Platform Millealab, produk ini dikembangkan oleh anak bangsa dari SHINTA VR.
Dengan menggunakan Millealab, para guru dapat membuat konten pembelajaran berbasis VR mereka sendiri tanpa harus menggunakan bahasa programming dan tanpa harus menggunakan komputer yang mahal. (Bisri)









