BENGKULU,eWARTA.co -- Gubernur Bengkulu dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, menanam puluhan pohon cemara sebagai bentuk mitigasi bencana alam di kawasan Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu.
Kepala BNPB RI sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI (H.C) Doni Monardo mengatakan, dalam kunjungannya di Provinsi Bengkulu, dirinya secara bersama-sama mengajak seluruh masyarakat agar giat menanam pohon, terutama di kawasan Pantai Panjang Bengkulu.
Selain melestarikan alam, penanaman pohon juga bagus untuk mencegah terjadinya bencana alam mengingat Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang rawan bencana alam.
"Penanaman vegetasi dalam rangka pengurangan kerusakan akibat abrasi juga sebagai shelter alami jika terjadi tsunami," kata Doni.
Selain itu, pelestarian ekosistem ini tambah Doni dikarenakan banyaknya fungsi dan manfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai.
Fungsi tersebut antara lain pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung/ berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat (ekowisata, pemanfaatan kayu dan non kayu), dan sebagai mitigasi bencana.
"Bengkulu merupakan provinsi yang rawan bencana alam. Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk menanam pohon mangrove sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi, dan dapat mencegah jika terjadi tsunami," kata dia.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan agar masyarakat dapat secara bersama-sama menjaga Provinsi Bengkulu, mulai dari kelestarian alam hingga melestarikan hewan-hewan yang sudah nyaris langka di Bengkulu.
"Selain menjaga kelestarian alam, saya juga mengajak agar masyarakat dapat menjaga hewan hewan yang sudah langka," kata Rohidin.
"Diharapkan bibit pohon tersebut ditanam dan dirawat dengan baik sehingga dapat berfungsi menahan derasnya ombak dan tsunami yang menghantam bibir pantai," tambahnya lagi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPB beserta rombongan melakukan peninjauan titik lokasi pantai, melaksanakan penanaman pohon cemara dan melepas penyu ke laut lepas.
Para pecinta lingkungan di kawasan Pantai Tapak Paderi yang menjadi salah satu inisiator pelestarian mangrove dan penyu turut serta hadir sebagai garda terdepan menjaga vegetasi pantai tetap alami. (Bisri)









