Miliki Potensi Pasar yang Menjanjikan, Kurma Tropis Mulai Diburu

Gusnur, warga Ketahun Bengkulu salah satu penggiat tanaman kurma tropis
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Gusnur, warga Desa Fajar Baru Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara menjadi satu-satunya penanam dan pembudidaya tanaman Kurma tropis di desa ini.

Melihat iklim di Bengkulu yang sangat cocok untuk membudidayakan tanaman kurma, Gusnur kian semangat berbudidaya, selain merupakan sunnah Nabi untuk menanam kurma, budidaya kurma ini juga membantu perekonomian.

Jenis kurma yang ditanam oleh Gusnur ini KL1, mazopati, Barhe, Azwa Aulia yang ia dapatkan dari Thailand.

"Saya pertama kali terinspirasi dari negara Thailand, ada skala kebunnya sekitar 36 hektar dan kita lihat hasilnya sangat menjanjikan maka dari itulah kita terinspirasi dan kebutalan iklim thailand sama dengan iklim kita, maka cocok sekali kita untuk budidaya kurma tersebut, muda-mudahan adanya budidaya kurma ini masyarakat fajar Bulan bisa meningkatkan perekonomiannya," Imbuhnya, Selasa (8/10).

Ternyata, budidaya tanaman kurma mendatangkan banyak rezeki bagi Gusnur, lantaran harga jual pohon kurma umur satu tahun saja bisa dihargai Rp 1 - 2 juta.

"Bibit kurma berumur 1 tahun saja kalau saya mulai Rp1 juta sampai Rp2 juta per batang. Serbuk sari kurma juga bernilai jual," tambahnya.

Gusnur menjelaskan, bahwa pohon kurma tropis ini memiliki dua jenis, yakni ada yang jantan ada juga yang betina, sehingga harus dikawinkan terlebihdahulu agar menghasilkan buah yang baik.

Saat ini, Gusnur telah menanam 200 pohon kurma yang ditanam diatas tanah seluas 2 hektar dan sudah ada beberapa pohon kurma yang berbuah.

Katanya, tanaman kurma yang telah memasuki usia tahun ke dua ini baru untuk konsumsi sendiri dahulu, belum untuk dijual ataupun didistribusikan ke luar, karena masih harus menunggu pohon yang lainnya berbuah juga.

"Belum untuk dijual. Karena masih menunggu batang yang lainnya berbuah juga," demikian Gusnur.

Tanaman kurma jenis KL1 ini rupanya sama dengan tanaman sawit, harus menunggu usia empat sampai lima tahun agar bisa berbuah. Budidaya tanaman kurma tropis oleh Gusnur ini juga mendapatkan respon positif dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, sebab tanaman kurma memiliki nilai jual yang sangat menjanjikan.

Selain itu, Rohidin juga berpesan, untuk tidak serta merta langsung mengganti tanaman yang sudah ada dengan tanaman kurna tropis karena menihat potensi pasarnya yang besar, namun melihat dulu tanaman kurma yang ada menunjukkan hasilnya, barulah berhijrah dengan bertanam pohon kurma tropis. (Nay)