Ditulis : Indra Dwi Saputra
Di balik kabut tipis yang memeluk perbukitan Kintamani, sepasang tangan legam menyeka peluh di dahi yang kian mengerut dimakan usia. Sunyi pedesaan yang biasanya hanya dipecah oleh kokok ayam dan gemerisik daun bambu, kini berpadu syahdu dengan deru mesin dan tawa riang para prajurit berbaju loreng. Ada seberkas asa yang membubung tinggi bersama kepulan asap kopi arabika di pagi hari, menandai awal dari sebuah perubahan besar yang telah lama dinanti oleh bumi pertiwi.
Tanah Sekardadi yang subur, tempat jeruk Kintamani merona dan sayur-mayur tumbuh subur, kini menjadi saksi bisu sebuah pengabdian tanpa batas. Langkah-langkah tegap serdadu tidak lagi membawa senjata pemusnah, melainkan mengusung sekop, cangkul, dan cinta yang tulus untuk merajut kembali urat nadi kehidupan yang sempat terputus. Di sini, di atas ketinggian yang dingin, kehangatan jiwa manusia bersatu dalam satu tarikan napas gotong royong yang membakar semangat.
Jalur Sutra Petani Sekardadi
Akses transportasi yang memadai merupakan impian terbesar bagi warga Desa Sekardadi yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sebelum program kemanunggalan ini menyentuh desa, para petani harus berjuang ekstra keras melewati medan berbukit dan jalanan tanah yang licin saat hujan demi mengangkut hasil panen. Kondisi geografis desa yang berjarak sekitar 19,2 kilometer dari pusat Kabupaten Bangli ini sering kali menjadi kendala utama dalam perputaran roda ekonomi lokal.
Kehadiran Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli membawa angin segar melalui pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.766 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 12 sentimeter.
Jalan baru ini membelah hamparan ladang hortikultura, menghubungkan pemukiman warga langsung ke jantung perkebunan kopi dan jeruk. Pengerjaan yang melelahkan di bawah cuaca dingin Kintamani dilakukan bahu-membahu oleh ratusan personel TNI bersama masyarakat setempat setiap harinya.
Perubahan signifikan ini dirasakan langsung oleh aparatur desa yang melihat antusiasme tinggi dari segenap lapisan warga selama proses pembangunan berlangsung. Infrastruktur baru ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga meminimalkan risiko kerusakan komoditas pertanian saat didistribusikan ke pasar. Sinergi yang tercipta di lapangan menjadi bukti bahwa pembangunan fisik harus berjalan selaras dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Terbukanya akses jalan ini memicu optimisme baru bagi keberlanjutan ekonomi desa, terutama dalam menjaga stabilitas harga jual hasil bumi di tingkat petani. Dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat mempertegas bahwa kolaborasi lintas sektoral adalah kunci utama dalam mengentaskan ketertinggalan wilayah pelosok. Dengan selesainya jalur ini, wajah Desa Sekardadi kini berubah menjadi lebih dinamis dan siap menyongsong kemandirian ekonomi.
Apresiasi mendalam datang dari pimpinan daerah yang melihat langsung bagaimana proyek fisik ini dikerjakan dengan hati dan semangat kebersamaan yang tinggi. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., menyampaikan, “Program TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terbukti memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh komponen masyarakat, kita mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa.”
Benteng Kokoh Pembatas Tebing
Selain jalan rabat beton, tantangan topografi Desa Sekardadi yang berbukit curam menuntut adanya pengamanan infrastruktur yang mumpuni agar terhindar dari bencana tanah longsor. Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, Satgas TMMD bersama warga membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) di empat titik strategis yang memiliki tingkat kecuraman tinggi. Pembangunan DPT ini berfungsi sebagai pelindung perimeter jalan baru agar konstruksi rabat beton tidak mudah tergerus oleh aliran air hujan.
Prajurit TNI lintas matra bersama puluhan warga dengan sigap menyusun batu demi batu, merekatkan semen, dan memastikan kekuatan struktur dinding penahan tersebut. Kehadiran fisik DPT di lereng-lereng bukit Sekardadi memberikan rasa aman bagi para pengendara dan petani yang melintas setiap hari membawa beban berat. Struktur ini dirancang dengan perhitungan matang agar mampu menahan beban tanah lateral di kawasan pertanian hortikultura yang gembur.
Pendekatan humanis yang diterapkan oleh para komandan di lapangan membuat pekerjaan berat ini terasa lebih ringan bagi seluruh personel yang terlibat. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli, Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., mengungkapkan, “TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Melalui sinergi inilah kita berharap seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat terlaksana secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sekardadi.”
Sentuhan pembangunan fisik ini mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat yang selama ini kerap merasa was-was ketika musim penghujan tiba di kawasan Kintamani. Penguatan infrastruktur di daerah rawan pergeseran tanah ini membuktikan bahwa aspek keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap perencanaan program. Selesainya pembangunan keempat titik DPT ini melengkapi keberhasilan proyek jalan komersial desa yang kini berdiri dengan kokoh.
Dampak positif dari pembangunan sarana fisik ini diakui secara luas oleh pihak desa sebagai berkah yang akan dinikmati oleh lintas generasi. Perbekel Desa Sekardadi, I Wayan Suardanayasa, S.Pd., menyatakan apresiasi yang sangat tinggi dan menyambut positif pelaksanaan program TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli di wilayahnya.
Jalan rabat beton baru sepanjang 1,7 Km dinilai sangat bermanfaat untuk mempercepat akses transportasi masyarakat menuju lahan pertanian mereka, mempermudah para petani lokal dalam mengangkut hasil panen, sehingga memangkas waktu dan biaya operasional.
Fajar Baru di Rumah Impian
Sisi humanis TMMD ke-129 semakin kental terasa ketika program ini menyentuh aspek papan atau tempat tinggal warga yang kurang beruntung melalui sasaran unggulan berupa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sebanyak 5 unit rumah warga yang sebelumnya memprihatinkan kini dirombak total menjadi hunian yang sehat, kokoh, dan layak untuk ditempati. Salah satu rumah yang mendapat perhatian khusus adalah milik I Wayan Pasta, seorang warga yang kesehariannya hidup dalam kesederhanaan.
Para prajurit TNI tidak sekadar mengganti atap yang bocor atau dinding yang rapuh, melainkan membangun kembali fondasi kehidupan yang lebih bermartabat bagi keluarga penerima manfaat.
Gotong royong yang tercipta di halaman rumah warga memperlihatkan ikatan emosional yang mendalam, di mana tentara dan rakyat makan bersama di sela-sela istirahat. Program ini berhasil mencapai target 100% dan mengembalikan senyuman di wajah-wajah yang selama ini hidup dalam keterbatasan fisik hunian.
Rasa haru dan air mata kebahagiaan tidak dapat dibendung oleh keluarga penerima manfaat saat melihat rumah mereka kini telah berubah bentuk menjadi bangunan yang aman.
I Wayan Pasta, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan dari Satgas TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli, "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak Satgas TMMD yang sudah membantu mengerjakan rumah kami. Semoga pembangunan ini bisa cepat selesai dan nantinya rumah ini menjadi lebih nyaman untuk kami tempati. Kami juga sangat senang bisa ikut bergotong royong bersama anggota Satgas."
Perbaikan kualitas hunian ini secara langsung juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan keluarga, karena rumah yang direhab kini memiliki ventilasi dan pencahayaan yang jauh lebih baik.
Keberhasilan program RTLH ini menjadi potret nyata bahwa negara, melalui TNI, hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat terkecil untuk memberikan solusi konkret. Rumah-rumah baru ini kini berdiri sebagai monumen kemanusiaan di sepanjang jalan berwajah angkul-angkul khas pedesaan Bali.
Peninjauan langsung oleh tim pusat memberikan validasi atas kualitas pengerjaan sasaran unggulan ini yang dinilai memenuhi standar kelayakan hidup sehat. Ketua Tim Wasev TMMD ke-129, Waaster Kasad Bidang Renminter Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa TMMD merupakan program prioritas yang dilaksanakan melalui kolaborasi TNI, pemerintah, sektor swasta dan masyarakat.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui kegiatan fisik dan nonfisik, termasuk program unggulan Kasad seperti rehab RTLH.
Mengalirkan Kehidupan Melalui Sanitasi dan Air Bersih
Kesehatan masyarakat pedesaan tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan air bersih yang higienis serta fasilitas sanitasi yang memadai bagi setiap keluarga. Menjawab kebutuhan tersebut, program unggulan TNI AD dalam TMMD kali ini menyasar pembuatan dan rehabilitasi 5 unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK) serta Revitalisasi Sumber Mata Air Bersih di 4 titik yang dilengkapi dengan sistem pipanisasi terpadu. Proyek ini mengatasi masalah klasik kelangkaan air bersih yang sering melanda dataran tinggi Kintamani saat musim kemarau.
Prajurit TNI menyusuri lereng-lereng curam untuk mencari sumber air potensial, kemudian memasang jaringan pipa ratusan meter guna mengalirkan air langsung ke pemukiman warga. Sementara itu, pembangunan MCK baru mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih bersih dan mencegah timbulnya berbagai penyakit lingkungan. Sentuhan humanis ini langsung meningkatkan indeks kesehatan lingkungan Desa Sekardadi secara signifikan.
Program pipanisasi ini meretas jarak dan sekat geografi, memastikan setiap tetesan air yang mengalir membawa berkah bagi kehidupan domestik dan pertanian warga. Kegembiraan anak-anak desa yang kini dapat menikmati air bersih tanpa harus berjalan jauh menjadi upah tak ternilai bagi para prajurit. Kemanunggalan air ini menjadi simbol mengalirnya kasih sayang TNI yang tak pernah surut kepada rakyatnya.
Integrasi antara pemenuhan air bersih dan perbaikan sanitasi ini terbukti efektif dalam memotong mata rantai penyebaran penyakit berbasis lingkungan di pedesaan. Melalui ketersediaan infrastruktur ini, warga Desa Sekardadi kini memiliki modal dasar yang kuat untuk membangun keluarga yang lebih sejahtera dan produktif. Keberhasilan ini menempatkan program TNI Manunggal Air sebagai salah satu pilar utama yang paling dirasakan manfaat langsungnya oleh masyarakat luas.
Pentingnya pemeliharaan sarana air dan sanitasi ini menjadi catatan utama dari para petinggi militer yang mengawasi keberlangsungan program di daerah. Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P., M.I.P., dalam arahannya menekankan pentingnya pelibatan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan hasil pembangunan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap hasil TMMD termasuk program TNI Manunggal Air, stunting, dan rehab MCK.
Menanam Investasi Jiwa Lewat Edukasi
Pembangunan sebuah peradaban desa tidak melulu soal beton dan bangunan fisik, melainkan juga tentang bagaimana mengisi jiwa manusia di dalamnya dengan pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan. Sasaran non-fisik TMMD Ke-129 hadir sebagai jembatan pengetahuan melalui 14 jenis penyuluhan yang digelar secara maraton di balai desa dan sekolah-sekolah setempat. Materi yang diberikan berkisar dari Wawasan Kebangsaan, Bahaya Narkoba, Hukum dan Kamtibmas, hingga rekrutmen prajurit TNI AD.
Tidak kalah penting, penyuluhan di bidang sektoral seperti Pertanian, Peternakan, Penanganan Lalat, Koperasi, hingga mitigasi Bencana Alam turut diberikan guna memperkuat kapasitas ekonomi warga. Sektor kesehatan juga disentuh secara intensif lewat penyuluhan bahaya stunting, Posyandu, Posbindu, serta pembagian Paket Nutrisi Tambahan yang berhasil mencapai kemajuan berkala. Melalui ruang-ruang diskusi interaktif ini, masyarakat Sekardadi diajak untuk memperluas cakrawala berpikir demi masa depan yang lebih baik.
Pendekatan edukatif yang santun dan dialogis membuat warga dari berbagai usia, mulai dari remaja hingga lansia, antusias menghadiri setiap sesi penyuluhan yang dijadwalkan oleh Satgas. Edukasi mengenai penanganan sampah dan lalat menjadi sangat relevan mengingat posisi desa yang berada di kawasan pertanian hortikultura intensif Kintamani. Transformasi pemikiran ini menjadi fondasi non-fisik yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keharmonisan sosial desa.
Dengan pembekalan yang komprehensif ini, masyarakat tidak hanya menerima infrastruktur baru tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan untuk mengelolanya secara mandiri. Penyuluhan bela negara dan hukum turut membentengi generasi muda Sekardadi dari pengaruh negatif modernisasi yang tidak terkontrol. Keberhasilan sasaran non-fisik ini melengkapi esensi TMMD sebagai program pembangunan manusia seutuhnya.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian pengabdian yang menyentuh hati ini, komandan kewilayahan memberikan pesan mendalam bagi masa depan desa yang kini telah bersolek indah. Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., pada penutupan TMMD ke-129 mengatakan, TMMD kali ini menyasar pembangunan infrastruktur sekaligus pemberdayaan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga. "Kami berharap apa yang sudah dibangun oleh jajaran Kodim 1626/Bangli ini dapat dirawat dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat, khususnya warga Desa Sekardadi, demi keberlanjutan pemanfaatannya dalam jangka panjang," ujar Danrem.
Kini, riuh cangkul telah mereda, dan derap langkah sepatu laras mulai menjauh dari keheningan lereng Kintamani, meninggalkan jejak-jejak beton yang mengular membelah kabut. Namun, di setiap sudut Desa Sekardadi, detak jantung kemanunggalan itu akan tetap berdenyut abadi, mengalir bersama air bersih yang jernih dan hidup dalam senyuman hangat di balik dinding-dinding rumah yang baru. TNI telah pulang ke barak, tetapi cinta dan pengabdiannya telah tertanam sedalam akar pohon kopi yang mengikat kuat tanah leluhur ini.
Selamat jalan bapak-bapak tentara, benteng perkasa yang berhati lembut, pembawa terang di kala gulita menyelimuti sanubari warga pelosok negeri. Di bawah langit Sekardadi yang kembali tenang, doa-doa tulus kami akan selalu menyertai setiap langkah pengabdianmu di benteng-benteng pertiwi lainnya. Kemanunggalan ini bukanlah sebuah akhir dari lembaran cerita, melainkan sebuah awal dari prasasti abadi tentang bagaimana cinta sejati antara tentara dan rakyatnya diukir indah di atas tingginya bumi Bangli.











