BENGKULU,eWARTA.co -- Pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat bulan Mei 2021, Kota Bengkulu mengalami Inflasi sebesar 0,11 persen.
Inflasi Kota Bengkulu bulan Mei 2021 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga kelompok pengeluaran.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,93 persen," kata Kepala BPS Win Rizal, Rabu (2/5/2021).
Kemudian, lanjut Kepala BPS diikuti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,72 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,55 persen; kelompok transportasi sebesar 0,44 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,36 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen.
"Sementara kelompok pengeluaran yang stabil adalah kelompok informasi, komunikasi, jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya serta kelompok pendidikan," kata dia.
"Dengan inflasi sebesar 0,11 persen ini, maka besarnya inflasi tahun kalender atau laju inflasi sebesar 0,99 persen, dan inflasi tahunan tercatat sebesar 1,61 persen," tambah Kepala BPS.
Berdasarkan pemantauan BPS, Kota Bengkulu berada di peringkat ke 64 dari 90 kota di Indonesia. Ada 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,82 persen dan inflasi terendah di Tembilahan sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen dan terendah terjadi di Palembang sebesar 0,02 persen. (Bisri)









