Masyarakat Bersama Polda Bengkulu Deklarasi Tolak Kerusuhan

Kapolda Bengkulu berswafoto bersama para pemenang yang beruntung mendapatkan doorprise dalam acara Deklarasi Tolak Kerusuhan, Fun Bike dan Olah Raga bersama
Create: Sun, 23/06/2019 - 20:17
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu beserta jajaran deklarasikan Tolak Kerusuhan guna mengantisipasi dan menjaga Bengkulu dari kerusuhan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) pada April lalu agar tetap damai dan bersahabat.

Kapolda Bengkulu Brigjenpol Supratman mengatakan, bahwa deklarasi Tolak Kerusuhan ini dimaksudkan untuk menolak segela bentuk dan jenis kerusuhan.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa kondisi di Provinsi Bengkulu sendiri masih dalam keadaan aman, damai dan sejuk, untuk itu patut untuk dipertahankan kedepannya oleh seluruh komponen masyarakat.

"Salah satunya masalah deklarasi, deklarasi menolak semua bentuk jenis kerusuhan, alhamdulillah kita di Provinsi Bengkulu kita damai, sejuk, ini (patut) kita pertahankan, semua ini adalah karena berkat seluruh komponen masyarakat," ungkapnya saat diwawancarai awak media pada acara Fun Bike, Olah Raga Bersama dan Deklarasi Tolak Kerusuhan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73, Minggu (23/6).

Pendeklarasian Tolak Kerusuhan ini juga dimaksudkan karena adanya kejadian-kejadian pasca pelaksanaan Pemilu pada April lalu seperti kerusuhan yang terjadi di Jalan MH Thamrin Jakarta pada 21 - 21 Mei 2019 lalu yang masih dalam proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan adanya kejadian kerusuhan tersebut, masyarakat diharapkan untuk menghindari dan menolak untuk bergabung atau mempercayai orang-orang yang berniat untuk memecahbelah persatuan.

"Orang-orang yang berbuat niat yang agak kurang pas, yang tadinya juga akan memicu akhirnya terjadinya kerusuhan, ini yang semua masyarakat (harus) menolak," imbuhnya.

Polisi berpangkat Brigadir Jenderal ini juga berharap agar masyarakat di Bengkulu tidak mudah terhasut oleh isu apapun yang dapat mengakibatkan perpecahbelahan, ditambah lagi dengan berita bohong yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. (NY)