BENGKULU, eWarta.co – Warga Jalan Adam Malik, RT 001 RW 003, Kelurahan Cempaka Permai, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi (WC) sebuah rumah kos, Sabtu pagi (7/3/2026).
Korban diketahui berinisial RRP (22), seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Korban merupakan warga asal Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang penghuni kos, Muhammad Fikriansyah. Sekitar pukul 04.00 WIB, ia hendak menggunakan WC umum di kos tersebut, namun mendapati pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam.
Mengira kamar mandi sedang digunakan, saksi kemudian kembali ke kamarnya dan menunggu hingga pintu WC terbuka. Namun hingga sekitar pukul 08.00 WIB, pintu kamar mandi tersebut masih dalam kondisi terkunci.
Kecurigaan muncul ketika penghuni kos lainnya yang hendak mandi juga mendapati pintu WC masih tertutup rapat. Para penghuni kemudian mencoba mengetuk pintu kamar mandi, tetapi tidak mendapat respons dari dalam.
Saksi selanjutnya menghubungi pemilik kos, Gustami dan Ida Rismiaty. Setelah keduanya tiba di lokasi, para penghuni kembali mencoba memastikan kondisi di dalam kamar mandi.
Karena tidak ada jawaban dari dalam, pemilik kos meminta agar pintu kamar mandi didobrak. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam WC dengan mulut berbuih.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas piket Polresta Bengkulu bersama personel Polsek Gading Cempaka yang dipimpin IPTU Jauhari langsung mendatangi lokasi.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum (VeR).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit.
Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.









