Lestarikan Budaya Daerah, Komisi I DPRD dan Disdikbud Seluma Bagikan 404 Redap

Create: Tue, 27/10/2026 - 18:00
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Seluma bersama Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma menyalurkan 404 unit alat musik tradisional redap untuk 180 desa dan 22 kelurahan di Kabupaten Seluma. Penyerahan bantuan ini merupakan upaya untuk melestarikan seni dan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Seluma.

​Penyerahan alat musik redap dilaksanakan secara bertahap di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berlokasi di kawasan Mandi Angin, Kelurahan Napal, Kecamatan Seluma.

​Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, Hendri Satrio, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa pada tahap pertama, bantuan redap disalurkan kepada desa dan kelurahan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Seluma Barat dan Kecamatan Seluma Utara.

​“Dengan dibagikannya masing-masing dua unit redap untuk setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Seluma, kami berharap kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah semakin meningkat,” kata Hendri, Selasa (27/10/2026).

​Ia menjelaskan, pengadaan alat musik tradisional tersebut berawal dari usulan Disdikbud Kabupaten Seluma kepada Komisi I DPRD pada tahun 2025. Usulan tersebut kemudian diperjuangkan melalui pembahasan anggaran DPRD Kabupaten Seluma hingga akhirnya direalisasikan dalam bentuk bantuan bagi masyarakat.

​Menurut Hendri, pelestarian budaya daerah tidak cukup hanya dengan menyediakan alat musik. Upaya ini perlu diiringi dengan pengenalan dan pembelajaran kesenian daerah sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah.

​Oleh karena itu, ia berharap tarian tradisional dan pencak silat khas Kabupaten Seluma dapat dikembangkan sebagai materi muatan lokal maupun kegiatan ekstrakurikuler di setiap satuan pendidikan.

​Dukungan pemerintah daerah dan DPRD dinilai sangat diperlukan untuk menunjang upaya tersebut, termasuk melalui penyediaan alat musik pengiring dan sarana pendukung lainnya agar pembelajaran seni budaya berjalan optimal.

​“Kami sangat berharap tari daerah Kabupaten Seluma dapat dijadikan materi muatan lokal di sekolah. Jika sudah menjadi bagian dari pembelajaran, tentu harus didukung dengan ketersediaan alat musik pengiringnya,” ujar Hendri.

​Lebih lanjut, Hendri berharap penyaluran alat musik tradisional ke depan tidak hanya menyasar desa dan kelurahan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah serta sanggar seni yang berperan aktif mengembangkan kesenian daerah.

​Ia menyadari bahwa pelestarian seni dan budaya membutuhkan proses serta dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, satuan pendidikan, dan masyarakat sangat penting agar kesenian tradisional Kabupaten Seluma terus berkembang dan diwariskan kepada generasi muda.

​“Ini masih terus kami perjuangkan. Harapannya, ke depan bantuan seperti ini juga bisa menjangkau sekolah dan sanggar seni agar kesenian daerah semakin berkembang dan tetap lestari,” tutup Hendri. (Rns)