Lecehkan AMBO, ASN Dinkes Provinsi Akan di Polisikan

Mediasi di warnai walk out

 

Bengkulu, ewarta.co – Tidak ada kesepakatan dengan tujuan pembahasan mediasi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu dengan pengurus Anggota Media Bengkulu Online (AMBO) Provinsi Bengkulu 'walk out', Selasa (8/1).

Terkait pemberitaan beberapa waktu lalu tentang adanya dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh oknum ASN Dinkes Provinsi Bengkulu kepada salah seorang wartawan media online, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, undang pengurus AMBO Provinsi Bengkulu lakukan mediasi di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Pada mediasi ini, Herwan Antoni menyampaikan permohonan maafnya kepada wartawan media online yang dimaksud yakni Mahmud Yunus dan pengurus AMBO selaku organisasi naungan atas dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami Mahmud oleh ASN yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

“Saya ucapkan terimakasih atas kontrol media yang telah menyampaikan sesuatu tentang ASN kita, yang saat jam kerja melakukan kegiatan yang diluar tupoksi ASN tersebut. Kami juga mengapresiasi atas adanya mediasi ini, selanjutnya kita akan melakukan pembinaan terhadap ASN tersebut. Bila nanti diperlukan kita akan melimpahkan hal ini ke Inspektorat Daerah,” ucap Herwan usai mediasi.

Mediasi yang dilaksanakan kurang lebih satu jam ini diwarnai aksi 'walk out' yang dilakukan oleh pengurus AMBO karena  tidak menemui titik temu dengan tujuan pembahasan dan belum terima dengan perlakuan oknum ASN belum lagi ditambah adanya rekaman percakapan oknum ASN di ruang staff kepala dinas yang melecehkan dan merendahkan organisasi AMBO juga profesi wartawan.

Ketika dimintai tanggapan terkait aksi 'walk out' yang dilakukan, Ketua AMBO, Aurego Jaya menuturkan keluarnya pengurus lantaran belum ada titik temu atas kejadian yang menimpa salah satu rekan media, yang merasa profesinya terlecehkan atas kejadian tersebut.

“Kawan-kawan belum terima atas perlakuan oknum ASN Dinkes Provinsi yang telah melecehkan profesi wartawan, sebagai ketua ia menyerahkannya kepada anggota dan pengurus, apakah akan dilanjutkan ke ranah hukum atau tidak,” tegas Aurego.

Sementara itu, Mahmud Yunus sebagai wartawan yang mengalami perlakuan tersebut, menyampaikan telah menyerahkan kasusnya kepada organisasi tempatnya bernaung.

“Namun perihal kejadian ini saya telah menyerahkan kepada rekan-rekan media dan organisasi AMBO terkait tindak lanjut kedepannya,” tutup Mahmud.