Kurangi Risiko Covid-19 Lewat Pemberian Vaksin 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy
Create: Tue, 08/12/2020 - 10:01
Author: Alwin Feraro
Tags

 

JAKARTA,eWARTA.co -- Vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi asal China Sinovac Biotech telah tiba di Indonesia pada Minggu malam (6/12/2020). Gelombang pertama kedatangan itu membawa 1,2 juta dosis vaksin virus corona siap suntik. Sementara, akan ada 1,8 juta dosis vaksin siap suntik lain yang tiba pada Januari 2021.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan tujuan vaksinasi untuk mengurangi risiko kesehatan sampai risiko sosial ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19. 

"Tujuan vaksinasi adalah untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19,  mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan, serta untuk mendorong produktifitas ekonomi dan meminimalisir dari akibat menurunnya hibernasi ekonomi di Indonesia," ujar Menko Muhadjir dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Kedatangan Vaksin Covid-19 di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (07/12/2020).

Menurut Menko PMK, vaksin akan diprioritaskan pemberiannya kepada beberapa kelompok. Pertama, mereka yang bekerja di garda depan seperti petugas medis dan petugas lapangan; kedua, kelompok risiko tinggi seperti mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta dan usia lanjut; dan ketiga, kelompok risiko dari contact tracing dan keluarga dari kontak kasus.

Selain mempertimbangkan kelompok prioritas, Menko Muhadjir menegaskan, berdasarkan amanah Presiden RI Joko Widodo dalam rapat kabinet, vaksinasi juga harus memerhatikan latar geospasial dan lokasi di mana kemungkinan terjadi penumpukan partikel virus. Menurutnya, Presiden meminta agar hal tersebut betul-betul diperhatikan dalam proses vaksinasi.

"Sehingga penggunaan vaksin nanti betul-betul efisien, tidak asal hantam merata. Tetapi betul-betul terseleksi berdasarkan siapa yang paling berada di garda depan, yang sangat rentan sebagai orang yang akan terinfeksi, maupun sebagai penyebar," tegasnya.

Menko PMK menyatakan hal itu juga dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa tingkat keterpaparan Covid-19 di wilayah-wilayah Indonesia tidak merata dengan intensitas yang sama. Sehingga, pemetaan pemilihan lokasi untuk vaksin perlu diperhatikan dengan seksama. 

"Juga dipertimbangkan tentang tingkat mobilitas  penduduk orang dari satu tempat ke tempat lain," tandasnya.

Berkaitan dengan prasyarat kehalalan vaksin Covid-19 Sinovac, Menko Muhadjir menuturkan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) selaku Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) terus berkoordinasi dengan Sinovac, Bio Farma, untuk melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin. (ril)