Kukuhkan 500 SANS dan TMS, Gubernur: Tak Ada Toleransi Bagi Bandar dan Pengedar Narkoba

Gubernur Bengkulu (Dr. H. Rohidin Mersyah)

 

BENGKULU, ewarta.co - Gubernur Bengkulu kembali mengukuhkan 500 Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Juga Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) bertempat di SMAN 1 Pasar Ujung, Kabupaten Kepahiang, Sabtu (14/9).

Dalam Sambutnya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan, Tagana Masuk Sekolah siap menjadi gerakan nasional. Kami siapkan pedoman operasional, jaringan kerja sama dengan Kemendikbud dan Dinas Sosial Provinsi, serta melibatkan organisasi kemanusian peduli bencana.

"Sesuai arahan Presiden agar gerakan ini betul-betul menciptakan masyarakat yang tanggap bencana," ungkap Gubernur dalam sambutnya, Sabtu (14/9/2091).

Kepahiang TMS adalah bagian dari upaya Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat.

Tujuannya agar masyarakat demikian juga petugas penanggulangan bencana paham dan siap siaga akan potensi terjadinya bencana.Materi yang diberikan dalam TMS cukup beragam.

Materi dasarnya berupa upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sedangkan Satgas Anti Narkoba Sekolah(SANS) sendiri,hal inilah yang sangat kita perhatikan Untuk saat ini, Permasalah Narkoba harus ditangani dengan serius, khususnya pada para Pengedar serta Bandar Narkoba.

Kepahiang, "Saya pernah katakan kepada BNN kalau Pengedar, tolong tegakan betul aturan, tidak ada toreransi apapun. Khusus untuk Pengedar atau Bandar narkoba, dengan Kapolda saya minta tembak di tempat, habiskan dia, ini membunuh masa depan,"tegas Gubernur Rohidin.

Kepada Tagana Masuk Sekolah (TMS) Gubernur Rohidin berpesan agar para pelajar ini dapat menjadi contoh serta memberikan pengarahan kepada keluarga untuk tanggap terhadap bencana.

Salah satunya adalah dengan mangajak keluarga untuk lebih mementingkan keselamatan dibandingkan dengan harta benda, karena keselamatan maupun kesehatan adalah hal yang paling utama yang harus dimiliki.

Dari Pantauan Media ini, turut hadir Kadis Kominfotik Provinsi Bengkulu Jaduliwan, Kadinsos Provinsi Iskandarzo, Kadis Pertanian Riki Gunawan dan seluruh OPD provinsi Bengkulu.