Kota Bengkulu Beri Sinyal Dimulainya Belajar Tatap Muka di Sekolah

Wakil Walikota Dedy Wahyudi rapat bersama perwakilan guru, kepsek, K3S, MKKS, dari dinas pendidikan, BPBD, kesbangpol dan dinkes serta dihadiri oleh Sesda Bujang HR di balai kota.
Create: Wed, 10/02/2021 - 21:13
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Walikota Bengkulu, Helmi Hasan berencana menerbitkan Surat Edaran (SE) baru terkait aturan belajar tatap muka di sekolah. Rencana ini dikemukakan lantaran banyaknya keluhan dari komponen pendidikan tentang persoalan belajar offline.

Untuk membahas hal tersebut, Wakil Walikota Dedy Wahyudi rapat bersama perwakilan guru, kepsek, K3S, MKKS, dari dinas pendidikan, BPBD, kesbangpol dan dinkes serta dihadiri oleh Sesda Bujang HR di balai kota, Rabu sore (10/2/2021).

“Kita sudah menampung bagaimana aspirasi guru dan kepala sekolah. Hampir 95 persen ingin kembali belajar tatap muka. Kita, sebelum mengeluarkan SE akan ada semacam standar yang harus diikuti oleh seluruh sekolah, diantaranya harus tersedia tempat cuci tangan, guru dan siswa pakai masker, jam masuk diatur. Walikota sekarang sedang mengkaji Insya Allah akan diberikan kelonggaran,” sampai Dedy.

Bagi orangtua atau wali siswa yang keberatan anaknya belajar tatap muka di sekolah, pihak sekolah tetap harus bersedia mengajar siswa secara daring.

“Bagi orangtua yang tidak mau anaknya mulai kembali belajar tatap muka tetap kita layani belajar daring. Kita demokratis,” kata Dedy.

Sebelum SE diterbitkan, lanjut Dedy ia minta sesda perintahkan kadis kesehatan untuk segera melakukan kajian secara kesehatan bila siswa kembali belajar tatap muka di sekolah.

Kemudian ia juga minta BPBD segera konformasi dan turun ke lapangan, memastikan masing-masing sekolah tersedia tempat cuci tangan dan sabun.

“Kenapa harus ada kajian-kajian dulu, agar kami mengambil keputusan berdasarkan kajian dari bawah,” demikian Dedy. (MC)