BENGKULU, ewarta.co - Dua pekan terakhir, komoditi Pulau Enggano seperti pisang tidak dapat diangkut dengan kapal, informasi beredar lantaran kapal yang biasa digunakan mengalami kerusakan.
Adanya kerusakan pada Kapal Sabuk Nusantara 52 yang mengangkut sejumlah komoditi dari Pulau Enggano ke luar pulau ini menjadi terhambat.
Adapun kapal penggantinya yaitu Kapal Sabuk Nusantara 46 yang memiliki kapasitas angkutan lebih kecil, hanya mampu mengangkut muatan seberat 30 ton saja.
Akibatnya, adanya penumpukan pisang yang sudah dipanen dan siap diangkut ke luar pulau di pelabuhan Enggano.
"Karena kondisi transportasi yang ada, kalau saran kami, cari komoditi-komoditi yang bisa diangkut dengan transportasi yang ada. Seharusnya mereka (masyarakat Enggano) menyesuaikan," Beber Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Sugeng Djarojati, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Karena kapasitas kapal sabuk Nusantara 46 ini hanya mampu mengangkut muatan seberat 30 ton saja, maka para petani ataupun toke pisang hanya diperbolehkan untuk mengangkut pisangnya per orang 10 karung saja.
Sebab, agar tidak ada lagi penumpukan pisang di pelabuhan yang menunggu untuk diangkut ke luar pulau hingga membusuk.
"Ini tadi sudah konfirmasi, kalau memang informasinya akurat, Insyaallah Desember sudah datang kapal yang telah diperbaiki, yang sabuk Nusantara 52 selesai diperbaiki," demikian Sugeng.
Terkait hal ini, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Bupati Bengkulu Utara dan Gubernur Bengkulu.
Kemudian di tindaklanjuti langsung Bupati dan Gubernur yang telah melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan perihal kapal pengangkut komoditi dari Pulau Enggano ke luar pulau ini mengalami kerusakan. (Nay)









