SELUMA, ewarta.co – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Talang Saling menegaskan bahwa isu keracunan makanan yang menimpa Bimba Lestari (12), siswi kelas VII MTsN 2 Seluma, adalah tidak benar. Pihaknya memastikan keluhan kesehatan tersebut bukan disebabkan oleh menu MBG.
Kepala SPPG Talang Saling, Kevin Lamarsyah A., menyampaikan penegasan tersebut setelah menjenguk langsung Bimba yang tengah dirawat di RSUD Tais. Kunjungan klarifikasi ini dilakukan bersama Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Seluma, ahli gizi, Dinas Kesehatan, manajemen RSUD Tais, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Seluma.
"Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan tidak ada indikasi keracunan makanan. Informasi yang sempat viral sebelumnya terjadi akibat adanya miskomunikasi," ujar Kevin, Rabu (5/8/2026).
Menurut Kevin, hasil pemeriksaan medis oleh dokter di RSUD Tais menyimpulkan bahwa siswi asal Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara tersebut menderita dispepsia atau gangguan pada lambung (sakit maag).
"Hasil uji laboratorium maupun USG menunjukkan kondisi organ dalam pasien sebenarnya normal. Diagnosis dokter memastikan pasien mengalami dispepsia, bukan keracunan makanan," terangnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Seluma, Reno Firnata W. Berdasarkan keterangan medis resmi dari RSUD Tais, ia memastikan bahwa kondisi Bimba murni akibat riwayat penyakit lambung.
"Dari hasil pemeriksaan dokter, bahwasanya tidak ada keracunan makanan. Yang dialami pasien adalah penyakit asam lambung atau maag," tegas Reno.
Kevin menambahkan, meski siswi tersebut masih sesekali mengeluhkan mual yang memicu panas dingin dan sakit kepala, secara umum kondisinya terus membaik dan kini dalam masa pemulihan.
Atas kejadian ini, pihak SPPG mengimbau para penerima manfaat Program MBG untuk segera melapor jika merasakan keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu yang disajikan. Laporan yang cepat akan memudahkan tim SPPG dan sekolah melakukan tindakan penanganan maupun investigasi.
"Jika ada kejadian serupa, kami berharap bisa langsung dilaporkan pada hari yang sama ke pihak sekolah. Sekolah nanti bisa langsung berkoordinasi dengan kami agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," pungkasnya. (Rns)










