Kirab Budaya Jadi Ikon Baru Bersih Desa Wonorejo 2026, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Leluhur

Create: Tue, 02/06/2026 - 18:32
Author: Redaksi

 

BLITAR, eWarta.co -- Bersih Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, tahun ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda. Jika biasanya rangkaian acara hanya diisi dengan hiburan dan prosesi ruwatan, kali ini Pemerintah Desa Wonorejo menghadirkan inovasi baru berupa kirab budaya yang sukses mencuri perhatian warga.

​Rangkaian Bersih Desa ini diawali dengan selamatan di makam leluhur atau cikal bakal desa yang dilaksanakan pada Jumat Legi lalu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peringatan Hari Jadi Desa Wonorejo yang kebetulan jatuh pada Jumat Kliwon, serta selamatan serentak yang digelar oleh seluruh masyarakat desa pada Senin malam.

​Sementara itu, puncak rangkaian kegiatan digelar pada Selasa (2/6/2026) melalui pagelaran wayang kulit ruwatan. Prosesi ini menjadi simbol doa dan harapan agar desa senantiasa dijauhkan dari berbagai marabahaya serta selalu dilimpahi keberkahan.

​Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anita Sari, menjelaskan bahwa perubahan konsep dengan menghadirkan kirab budaya merupakan upaya nyata untuk memperkuat pelestarian adat dan budaya warisan leluhur.

​"Selain memang sebagai adat yang harus kita lestarikan, kegiatan Bersih Desa ini merupakan wujud rasa syukur dan doa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan kami, Desa Wonorejo selalu diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat," ungkap Fendriana.

​Antusiasme warga terlihat begitu tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Agenda tahunan ini tidak hanya menjadi rutinitas tradisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.

​Dengan hadirnya kirab budaya sebagai warna baru, perayaan Bersih Desa Wonorejo diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata lokal sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan budaya daerah. (Via)