Kepatuhan Prokes COVID-19 Masyarakat Bengkulu Cukup Baik

Create: Mon, 30/08/2021 - 20:18
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), kepatuhan masyarakat di Provinsi Bengkulu terhadap protokol kesehatan (Prokes) secara umum sudah cukup baik. Namun, beberapa perilaku responden dalam melaksanakan prokes masih perlu mendapatkan perhatian.

Kepala BPS Bengkulu, Win Rizal mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat memakai 2 masker dari 994 orang hanya sebesar 32,3 persen, dan menjaga jarak minimal 2 meter sebesar 50,5 persen.  

“Sebagian besar masyarakat di Provinsi Bengkulu menilai kepatuhan dirinya dalam menjalankan protokol kesehatan sudah cukup baik. Namun, beberapa menilai bahwa tingkat kepatuhan masyarakat sekitarnya dalam menerapkan prokes masih rendah,” kata dia, Senin (30/8/21).

“Khususnya dalam hal memakai 1 masker sebanyak 78,6 persen, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebanyak 61,0 persen, menjaga jarak minimal 2 meter sebesar 50,5 persen, dan menghindari kerumunan 66,2 persen,” tambah Win Rizal. 

Demikian halnya selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat periode Juli-Agustus, BPS mencatat sebagian besar masyarakat di Provinsi Bengkulu mengurangi frekuensi perjalanan ke luar rumah. 

Masyarakat juga menilai berbagai kegiatan di kantor, sekolah, tempat ibadah, fasilitas umum, pasar, warung, supermarket, mall dan sejenisnya, serta kegiatan seni budaya, sosial, keagamaan selama PPKM Darurat turun dibandingkan sebelumnya. 

“Periode PPKM, masyarakat yang hanya melayani pemesanan dibungkus 8,6 persen, boleh buka pada jam tertentu 19,5 persen, bebas buka atau normal sebesar 59 persen dan tidak tahu sebanyak 12,5 persen” kata Kepala BPS. 

Sementara itu, mayoritas penduduk Provinsi Bengkulu merasa jenuh dan sangat jenuh selama PPKM diberlakukan sebanyak 35,5 persen. 

“35,5 koresponden hanya mengisi kegiatan selama pembatasan dengan melakukan hobi, memperbanyak ibadah dan berkomunikasi dengan keluarga atau teman secara online” kata Rizal. 

Lalu tingkat kesadaran masyarakat di Provinsi Bengkulu dalam mengikuti program vaksinasi juga sudah cukup baik yakni sebesar 70,5 persen dari 543 orang. Namun, masih terdapat sebagian orang yang khawatir dengan efek samping dan tidak percaya efektivitas vaksin. 

“Ada sebanyak 25,7 persen dari orang yang menyatakan diri belum divaksin” catatnya.

Sementara yang menilai pemenuhan kebutuhan pokok, obat-obatan, vitamin, masker, hand sanitizer, dan pelayanan kesehatan jika ada yang sakit relatif mudah, tetapi untuk pemenuhan alat kesehatan yang menunjang seperti oksimeter, tabung oksigen, nebulizer relatif masih sulit yakni sebanyak 33,4 persen. (Bisri)