JEMBER, ewarta.co – Seorang wanita asal Bondowoso menjadi korban penganiayaan dan perampasan oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook. Korban ditemukan pingsan dengan kondisi babak belur di kawasan hutan pinus.
Korban diketahui bernama Sitti Sulaiha. Ia ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan kawasan hutan pinus Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember, pada Minggu (25/10/2026).
Kepala Desa Plerean, Moh. Ali Mukhlas, menjelaskan bahwa peristiwa pencurian dengan kekerasan ini bermula dari perkenalan di akun Facebook. Setelah berkenalan, keduanya sepakat untuk bertemu darat di wilayah Kecamatan Sukowono. Usai pertemuan, pelaku yang mengaku tidak membawa kendaraan meminta korban untuk mengantarnya ke arah jalan menuju Bondowoso. Tanpa merasa curiga, korban pun mengantar pelaku menggunakan sepeda motor miliknya.
"Namun, saat tiba di lokasi hutan pinus yang sepi pada Minggu sore, korban justru diduga dihajar dan barang-barang berharganya dirampas serta dibawa kabur," ujar Mukhlas pada Minggu (25/10/2026) malam.
Korban diduga dianiaya hingga pingsan di lokasi tersebut. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam di wajah serta bibir pecah hingga mengeluarkan darah. Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku langsung merampas sepeda motor, telepon genggam (handphone), serta perhiasan emas berupa gelang dan kalung milik korban.
"Barang yang diambil meliputi sepeda motor, handphone, serta perhiasan emas berupa gelang dan kalung," terangnya.
Warga yang menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri kemudian segera menghubungi kepala desa setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.
Mukhlas menambahkan, berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), korban tercatat beralamat di Jalan PB Sudirman, Desa Patokan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Namun, informasi yang diterima menyebutkan bahwa korban telah bercerai dan kini tinggal di Desa Wonosobo, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.
Ia menduga pelaku sudah mengenali medan dan sengaja memilih lokasi yang sepi untuk melancarkan aksi kejahatannya.
“Kalau bukan orang yang kenal medan, tidak mungkin tahu jalan-jalan sepi di sini,” jelasnya.
Hingga saat ini, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis di puskesmas. Kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Penulis: Hafit










