Jakarta, eWarta.co – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan vokasi melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan membangun dan merenovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) di berbagai SMK selama 2025.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung transformasi pembelajaran vokasi.
“Sekitar 60 persen SMK masih belum memiliki ruang praktik siswa yang memadai. Padahal ruang praktik sangat penting untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek dan industri,” ujar Tatang dalam Bincang Santai Media di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5).
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen merevitalisasi 1.465 SMK dengan total pembangunan 7.586 unit sarana dan prasarana, meliputi ruang kelas, perpustakaan, ruang praktik siswa, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.008 unit merupakan ruang praktik siswa yang mencakup sekitar 75 program keahlian, termasuk Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kendaraan Ringan. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan keterampilan dasar siswa sebelum terjun ke dunia industri.
Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Surta Wijaya, menyebut revitalisasi membawa perubahan besar bagi kualitas pembelajaran. Sebelumnya, keterbatasan fasilitas membuat sekolah harus memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang praktik sementara.
“Saat ini siswa lebih antusias belajar karena memiliki fasilitas yang lebih layak dan mendukung suasana kerja industri,” kata Surta.
Hal serupa dirasakan SMKN 5 Manokwari yang menerima pembangunan ruang praktik, ruang kelas, dan perpustakaan baru. Revitalisasi dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan lulusan yang lebih siap kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.









