BENGKULU, eWARTA.co -- Kasus Arisan Online Get atau arisan menurun terus diusut oleh pihak Satreskrim Polres Seluma bersama Polda Bengkulu, dan Polsek Seluma, dengan banyak jumlah korban semakin bertambah mulai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), sampai Ibu Rumah Tangga (IRT) mengalami kerugian sampai ratusan juta rupiah.
Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto melalui Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Andi Ahmad Bustanil menyampaikan, dalam upaya mengungkap kasus arisan online yang telah banyak merugikan masyarakat Kabupaten Seluma pihak akan terus memburu pelapor berinisial DW menyusul adanya laporan terlapor dengan dugaan penggelapan Dana Arisan tersebut, untuk membuktikan kebenaran keterangan laporan terlapor tersebut.
"Terkait kasus arisan online ini sampai saat ini masih terus untuk melakukan penyelidikan, satu saksi sudah kita periksa untuk dimintai keterangan dalam upaya dalam mencari keberadaan terlapor. Namun, ekstension untuk bertindak haruslah tepat makanya kami melibatkan Polsek Seluma dalam melakukan penyelidikan Gabungan," kata Andi Ahmad kepada jurnalis eWarta.co, pada Rabu (08/09/2021).
Dia menambahkan, untuk jumlah uang yang ditaksir atas kasus ini, dirinya belum bisa menghitung jumlah pasti karena masih banyaknya korban yang belum diperiksa.
"Untuk kerugian keuangan kami belum bisa mengekstimasi berapa jumlahnya, karena sangatnya banyak korban baru sebagian yang kita periksa," sambungnya.
Sementara itu, sebagian korban sudah melaporkan kasus ini beberapa hari yang lalu sudah mulai menjalani pemeriksaan kembali di Unit Pidum Satreskrim Polres Seluma untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (Nandar)









