BENGKULU,eWARTA.co -- Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bengkulu terus mengawal rencana pembelian mobil dinas (Mobnas) senilai Rp1,4 M oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.
Pemkot Bengkulu diketahui melakukan pengadaan belanja modal kendaraan bermotor penumpang sebesar Rp 1,4 miliar. Adapun pemenangan tander tersebut ialah PT Lautan Berlian Utama Motor Cabang Bengkulu.
Dalam rencananya, pengadaan tiga unit mobnas itu peruntukannya untuk kendaraan dinas bagi pimpinan DPRD Kota Bengkulu dan Kepala BPKAD Kota Bengkulu.
KAMMI Kota Bengkulu pun menjaring pendapat masyarakat terhadap rencana tersebut, di tengah kondisi ekonomi yang saat ini tengah sulit akibat dampak pandemi COVID-19.
Ricki Pratama Putra selaku Kepala Kajian Isu KAMMI Daerah Kota Bengkulu mengatakan hal ini dilakukan sebagai rentetan upaya untuk meyakinkan Pemkot Bengkulu bahwa rakyat Bengkulu benar-benar merasa bahwa pembelian mobil dinas tersebut belumlah terlalu tepat dilakukan sekarang.
KAMMI akan terus berupaya untuk membatalkan pembelian mobil dinas ini.
“KAMMI akan terus berupaya untuk membatalkan pembelian mobil dinas ini, karena belum tepat rasanya menghamburkan uang rakyat yang tidak berdampak langsung bagi rakyat ditengah pandemi ini," kata Ricki.
Sebelumnya pihak KAMMI juga telah nyatakan sikap, melakukan petisi penolakan melalui aksi media.
"Menjemput pendapat masyarakat ini merupakan rentetan upaya untuk mewujudkannya, juga kami lakukan aksi media, membuat petisi penolakan secara online," ujar Ricki.
Sementara itu, Ahmad Handoyo selaku Ketua Umum juga menyampaikan, pihaknya sangat berharap Pemkot merespon hal ini dengan baik dan segera membatalkan pembelian mobil dinas tersebut.
“Kita akan melihat sejauh mana sense of crisis Pemkot Bengkulu dalam menghadapi situasi pandemi dan juga sejauhmana keberpihakannya pada kepentingan masyarakat," kata Handoyo.
"Kemudian saya juga meminta untuk pihak Pemkot segera merespon permohonan audiensi dari KAMMI Daerah Kota Bengkulu yang hingga hari ini belum terlaksana” pungkas Handoyo. (Bisri)









