BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat pada bulan Juli 2021, Kota Bengkulu mengalami deflasi sebesar 0,12 persen.
"Perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan terjadi deflasi di kota Bengkulu sebesar 0,12 persen," kata Kepala BPS, Win Rizal, Selasa (3/8/21).
Rizal menyebut deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks harga yang cukup besar pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen, diikuti kelompok makanan-minuman-tembakau sebesar 0,46 persen, dan kelompok pakaian-alas kaki sebesar 0,10 persen.
Deflasi bulan ini, Lanjut Rizal utamanya disebabkan oleh turunnya harga daging ayam ras, emas perhiasan, beras, jengkol, cabai merah, kacang panjang, bawang merah, daging sapi, ikan nila dan tempoyak.
Sementara pengendali besarnya deflasi dipengaruhi dengan naiknya harga telur ayam ras, tomat, minyak goreng, terong, sawi putih/pecay/pitsay, mobil, batu bata/batu tela, ikan dencis, tarif bioskop dan harga ketimun.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok rekreasi-olahraga-budaya sebesar 0,45 persen, kelompok perlengkapan-peralatan-pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan-air-listrik-bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, kelompok transportasi sebesar 0,05 persen dan kelompok informasi-komunikasi-jasa keuangan sebesar 0,01 persen.
"Sementara kelompok pengeluaran yang stabil adalah kelompok kesehatan, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran," kata Rizal.
Dengan deflasi sebesar 0,12 persen di bulan Juli 2021 ini, maka besarnya inflasi tahun kalender (laju inflasi) sebesar 1,18 persen, dan inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 2,00 persen.
"Terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 105,69 pada Juni menjadi 105,56 pada Juli 2021," ungkap Kepala BPS.
Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 90 kota di Indonesia, 61 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,51 persen dan inflasi terendah di Sampit sebesar 0,01 persen.
Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,60 persen dan terendah terjadi di Maumere dan Samarinda sebesar 0,01 persen. (Bisri)









