Jember Raih Rp90 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah Terbesar di RI, Gus Fawait: Tahun 2026 Anggaran Bertambah

Create: Sat, 23/05/2026 - 19:53
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Kabupaten Jember menerima kuota revitalisasi sekolah terbesar se-Indonesia pada 2025. Nilai anggarannya mencapai Rp. 90 miliar untuk merenovasi 124 satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Hal itu diungkap Bupati Jember Muhammad Fawait alias Gus Fawait usai melantik 734 kepala SD dan SMP serta 45 pengawas dan penilik sekolah di GOR SMPN 7 Jember, Sabtu (23/5/2026).

“Dan tahun 2026, kita kembali mendapat anggaran revitalisasi sekolah yang cukup besar dan bertambah,” kata Gus Fawait.

Ia juga meluruskan kabar yang menyebut anggaran program Makan Bergizi Gratis diambil dari dana pendidikan. Menurutnya, fakta di lapangan justru sebaliknya.

“Kalau ada yang bilang, anggaran MBG diambilkan dari dana Pendidikan, itu tidak benar. Faktanya kita mendapatkan kuota revitalisasi cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Gus Fawait mengingatkan kepala sekolah agar melaporkan kondisi sekolah sesuai keadaan sebenarnya. Ia menyebut masih ada 2.300 sekolah di Jember yang mengalami rusak berat.

“Faktanya, sekolah kita, saat ini ada 2.300 yang mengalami rusak berat. Sepertinya, tahun sebelumnya, hal ini tidak dilaporkan di dapodik karena ingin mengejar akreditasi. Kedepan kami minta hal ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Selain soal infrastruktur, Gus Fawait menekankan kepala sekolah adalah bagian dari pemerintah. Karena itu, mereka punya tanggung jawab menyukseskan program pemerintah daerah maupun pusat.

“Bapak Ibu sekalian, hari ini dilantik oleh Bupati. Bapak Ibu juga bagian dari pemerintah, oleh karenanya, harus ikut mensukseskan program-program pemerintah, tidak hanya pada dunia pendidikan saja, tapi program-program lainnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan program Universal Health Coverage, pengentasan kemiskinan, dan Beasiswa Cinta Bergema yang perlu terus disosialisasikan ke masyarakat.

“Banyak masyarakat di Jember yang belum tahu apa itu UHC. Maka tugas kita bersama, termasuk kepala sekolah, untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. Tidak hanya itu, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penanggulangan sampah, kepala sekolah harus bisa menjabarkan kepada bawahan dan masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Untuk program pemerintah pusat, Gus Fawait menyebut Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis. Ia meminta kepala sekolah ikut mengawal dan menyukseskan kedua program tersebut. (Hafit)